Suara Denpasar – Sungguh menggemaskan seekor bayi tapir betina yang baru lahir di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Kota Bandung, Jawa Barat langsung diberikan nama Gantari.
Menurut Ketua Yayasan Margasatwa Bandung Zoo Bisma Bratakusuma, penamaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Satyawan Pudyatmoko.
“Nama ini diberikan pada tanggal sesuai dengan sertifikat kelahiran yang dikirimkan ke manajemen Bandung Zoo,” tutur Bisma, dilansir dari Antara News, Selasa (20/6/2023).
Mewakili nama Kebun Binatang Bandung, Bisma mengaku senang dengan pemberian nama yang manis tersebut. Menurut dia, bayi tapir betina itu merupakan anak tapir kesepuluh yang lahir di Bandung Zoo beberapa waktu lalu.
Ia pun berharap bayi tapi itu bakal tumbuh dewasa dan menjadi indukan tapi untuk di-breeding kemudian hari.
Ke depannya, pihak merekajuga berencana akan melakukan pengembangbiakkan tapir itu sebagai salah satu fokus utama dari Kebun Binatang Bandung.
Lebih lanjut, Bisma memastikan pihak Kebun Binatang Bandung akan senantiasa merawat satwa-satwa dengan sebaik mungkin, serta akan memaksimalkan SDM yang berkualitas dan paramedik yang professional.
Selain tapir, Kebun Binatang Bandung berjanji bakal mengembangbiakkan satwa-satwa lainnya seperti binturong, bangau, tong-tong, hingga beruang.
Berdasarkan hasil penelitian International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini tapir asia tengah sedang mengalami krisis populasi. Jumlahnya di alam liar diperkirakan terus menurun. Sehingga, mereka memasukannya dalam kategori hewan yang memiliki resiko kepunahan yang sangat tinggi.
Baca Juga: Doddy Sudrajat Sudah Dimaafkan Puput, Tapi Ancaman 5,4 Tahun Penjara Tetap di Depan Mata
Di Indonesia, tapir hanya bisa ditemui di pulau Sumatera, yakni bagian selatan Danau Toba, Sumatera Utara hingga Provinsi Lampung.
Populasinya saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Tapirus Indicus 2013-2022, kisaran kepadatan tapir antara 0,3 hingga 0,8 individu per kilometer persegi.
Walau begitu, saat ini tapir telah menjadi satwa yang dilindungi dan wajib dirawat pemerintah agar habitatnya tetap lestari dan tak punah. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Nasib Giovanni Reyna di Tangan Pochettino, Riwayat Cedera Hancurkan Obsesi ke Piala Dunia 2026?
-
JakartaKelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Malam Keramat: Labirin Teror Ritual Kuno yang Mencekam, Malam Ini di ANTV
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Anime Akane-banashi Masuki Arc Karaku Cup, Akane Hadapi Dua Rival Kuat
-
Maaf Saja Tak Cukup: Menuntut Restorasi Keadilan bagi 'Juara yang Terampas'
-
Mobil Listrik Changan Lumin Diganjar Harga Khusus di Indomobil Expo 2026
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!