Suara Denpasar - Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari Sutaryadi dibandingkan oleh netizen dengan penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Ernando Ari dibandingkan dengan Nadeo Argawinata usai Kiper Persebaya Surabaya itu membicarakan performanya saat hadapi sang juara dunia, Argentina.
Ernando Ari mengakui masih banyak kekurangan pada dirinya, ia merasa tidak puas dengan penampilannya saat hadapi Argentina.
"Kalau secara pribadi saya tidak puas dengan performa saya sendiri," ujar Ernando dikutip dari Instagram PSSI.
Meskipun mengakui kekurangannya, Ernando Ari tetap dibandingkan oleh Netizen dengan kiper anyar Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Netizen memuji keberanian Ernando Ari yang mengakui kekurangan pada performanya, hal berbeda justru dilakukan oleh mantan kiper Bali United.
"Kiper tuh gini @nadeowinataa, mengakui kekurangannya dikala memang lagi jelek performanya, bukan malah curhat di sosmed atau unfoll pelatih dll," tulis @amunra60 dikutip dari laman komentar postingan Instagram PSSI.
"Yang baik dari Ernando itu tetap tetap tenang walaupun pemain belakang melakukan blunder, beda dengan Nadeo, Nadeo bisa ngamuk-ngamuk sama pemain belakang," tulis @snackvideotutorial.
"Berani mengakui kekurangan dan optimisme untuk berbenah menjadi lebih baik itu sih top menurutku," tulis @tyo_dvorarmstrong.
Baca Juga: Demi Naikkan Pamor Wasit, Ketum PSSI Erick Thohir Tegaskan Seleksi Wasit Liga 1 Libatkan JFA
"Luar biasa, walaupun banyak melakukan penyelamatan, dia tetap merasa masih banyak kekurangan, dan belum puas dengan performanya sendiri," tulis @rangga.erlando. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Tak Jadi Lumbung Gol Argentina, Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari Merasa Kecewa, Kenapa?
-
Trending! Duel Bek Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam dengan Alejandro Garnacho Jadi Sorotan
-
STY Percayakan Kiper Persebaya Jaga Gawang Timnas Indonesia, Ernando Ari: Saya Merasa Tidak Puas...
-
Saling Follow IG, Begini Isi DM Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam dengan Garnacho
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
Adam Ma'rifat: Mabuk Ketuhanan dalam Labirin Imajinasi Danarto
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap