Suara Denpasar – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso merasa senang dengan progres yang ditunjukkan oleh pemain asing baru timnya di dua laga pre season musim ini melawan Persija Jakarta dan Bali United.
Dua pemain asing yang mendapat perhatian dan pujian dari Aji Santoso yakni Song Ui-young dan Dusan Stevanovic.
Keduanya didatangkan Persebaya untuk melengkapi slot pemain asing untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2023-2024.
Menurut Aji Santoso meski baru bergabung dengan Persebaya, Song Ui-young dan Dusan Stevanovic terlihat langsung nyetel dengan gaya permainan tim berjuluk Bajul Ijo itu.
Hal itu nampak ketika Persebaya menggelar laga uji coba melawan Persija beberapa waktu lalu.
Song mampu menjalankan peran dengan baik sebagai gelandang serang yang berposisi di belakang striker Persebaya.
Kerja samanya bersama Ze Valente sukses membuahkan gol kedua bagi Persebaya pada laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 tersebut.
“Song ini pemain pintar, meski baru empat kali latihan bersama tim dan kondisinya belum 100 persen. Sudah memberikan warna yang signifikan pada permainan tim,” kata pelatih berkacamata itu dilansir Suara Denpasar dari laman resmi klub, Kamis (22/6/2023).
Sedangkan Dusan Stevanovic yang diplot menggantikan posisi bek asing Persebaya musim lalu yakni Leo Lelis yang memutuskan hijrah ke Borneo FC.
Dusan tampil cukup brilian meski menit bermain yang diberikan tak terlalu panjang.
Bek asal Serbia itu hanya diberi kesempatan bermain oleh Aji Santoso selama 15 menit.
Tetapi Dusan bisa langsung nyetel dengan tandemnya, Kadek Raditya di lini pertahanan Persebaya. Ia juga menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern dengan agresif membantu lini serang saat tim bermain ofensif.
“Dusan (Stefanovic) saya turunkan di 15 menit terakhir. Hadirnya Kadek (Raditya) dan Dusan membuat build up baik sekali. Ketenangan Kadek dan agresif-nya Dusan sangat bagus,” jelas pelatih berusia 53 tahun itu.
Song Ui-young dan Dusan Stefanovic melengkapi kuota 6 pemain asing Persebaya untuk musim depan setelah sebelumnya mereka merekrut Sho Yamamoto, Ze Valente, Paulo Victor, dan Bruno Moreira. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Singgung Kinerja Tiga Bek Anyar Persebaya Surabaya, Aji Santoso: Lumayan Bisa Cetak Gol
-
Kiper Persebaya Ernando Ari Bicara Performa saat Timnas Kontra Argentina, Netizen Bandingkan Ini dengan Nadeo Argawinata
-
Tak Jadi Lumbung Gol Argentina, Kiper Persebaya Surabaya Ernando Ari Merasa Kecewa, Kenapa?
-
STY Percayakan Kiper Persebaya Jaga Gawang Timnas Indonesia, Ernando Ari: Saya Merasa Tidak Puas...
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?