Suara Denpasar – Panji Gumilang selaku Pimpinan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun menyampaikan pernyataan tentang programnya yang berkaitan dengan kelautan Indonesia.
Program yang dimaksud adalah program Ponpes Al Zaytun yang ia klaim sesuai dengan program pemerintah.
Program itu dinamakan blue economy, berdasarkan keterangannya, program itu diharapkan bisa mengembalikan kekuatan kelautan Indonesia.
Dengan tekad kuat, Panji Gumilang menyampaikan bahwa salah satu proyek program blue economy itu ialah pembangunan kapal besar, yang ditujukan untuk mengembalikan kekuatan kelautan Indonesia.
“Kita terus bergerak menjalankan program seperti kelautan, yang kita istilahkan kalau pertanian itu green economy, kemudian kelautan itu blue economy,” ucapnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Al-Zaytun Official pada Kamis, (6/7/2023).
“Kalau berbicara laut, kita tidak lagi berbicara pada laut pesisir yang jarak tempuhnya kurang lebih 3 mil saja, bukan perahu itu yang kita persiapkan,” jelasnya.
“Namun kita ingin mengembalikan satu kekuatan laut Indonesia seperti halnya tat kala zaman dahulu sebelum Indonesia ini dijajah,” tegasnya.
Panji Gumilang menyampaikan bahwa Ponpes Al Zaytun tetap menjalankan proyek perahu besar untuk mendorong program blue economy itu.
“(Program ini) masuk ke dalam kekuatan maritim! Dan kita namakan blue economy, pembuatan kapal berjalan terus!,” jelasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Dilindungi Hukum? Kegiatan Ponpes Al Zaytun Tetap Berjalan, Panji Gumilang: Kita Punya Izin
-
Bantah Jadi Bekingan, Ini Sinyal-Sinyal Kedekatan Moeldoko dan Al Zaytun Menurut Mantan Pendiri
-
Polri Klaim Bakal Tindak Ponpes Al Zaytun Jika Terbukti Berafiliasi dengan NII
-
Pasal 45 UU ITE Tentang Apa? Simak Isi Aturan yang Menjerat Panji Gumilang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan