Suara Denpasar - Inilah profil Staffan Qabiel, pemain muda yang masuk daftar TC Timnas Indonesia U-17. Ia juga masih keturunan orang Salatiga. PSSI telah mengumumkan daftar 34 nama pemain yang akan mengikuti seleksi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023.
Di antara nama-nama anak muda tersebut ada beberapa nama pemain keturunan maupun pemain yang berkarier di luar negeri atau Abroad.
Salah satunya ialah Staffan Qabiel. Pemain yang saat ini merumput di Spanyol bersama klub Sant Cugat FC.
Berikut ini profil Staffan Qabiel yang berhasil dirangkum dari Bolatimes.
Staffan Qabiel adalah pemain muda Indonesia yang lahir di Jakarta pada 21 Juli 2006 atau 16 tahun silam. Ia merupakan putra dari pasangan dua WNI yakni Indriani dan David Horito.
Perkenalannya dengan dunia sepak bola dimulai sejak kecil ia suka bermain bola dengan teman-temannya di Kalideres, Jakarta.
Di usia belia Staffan sempat bermain untuk Persija Barat dan juga membela tim SBAI U12 di final turnamen Malaysia Borneo Invitational Cup pada 2018 lalu.
Ia juga termasuk pemain yang bisa ditempatkan di banyak posisi. Ia bisa beroperasi sebagai Fullback kanan dan kiri maupun sebagai gelandang dan juga sebagai penyerang sayap atau winger.
Tercatat saat ini Staffan Qabiel berkarier di Spanyol bersama Sant Cugat FC. IA mampu tampil reguler bagi tim kasta keenam Spanyol itu dengan mencatatkan 30 penampilan dari 34 pertandingan yang dijalani klub itu.
Terkait silsilah keturunan dari keluarga Staffan Qabiel, sang ayah David Horito menceritakan sang anak punya darah Indonesia dari banyak suku di tanah air.
"Staffan campuran dari banyak suku maupun bangsa. Kakeknya (papa saya) asal dari suku Dayak, lahir di Sampit, Kalimantan Tengah, berdarah Jepang. Neneknya (mama saya) turunan Chinese asal dari Malang, Jawa Timur," kata David Horito seperti dilansir dari Suara.com, Selasa (11/7/2023).
Lebih lanjut David Harito menambahkan kalau putranya itu juga memiliki garis keturunan orang Salatiga yakni dari garis keturunan sang ibu.
"Kalau kakek dan nenek yang dari sisi mama Staffan asli dari Suruh, Salatiga, Jawa Tengah. Indahnya Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika" lanjutnya.
Menurut sang ayah juga, Steffan memiliki cita-cita besar untuk bermain turnamen elit di kawasan Eropa, seperti Liga Inggirs atau Liga Champions. Untuk itulah saat ini ia mulai menitit karir sepak bola di Eropa. (*/Dinda)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Resmi! ASN Jateng Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai April 2026: Pelayanan Publik Tetap Prioritas!
-
Gedung KONI Manado Rusak, BMKG: Gempa Akibat Deformasi Kerak Bumi
-
Kelebihan Sepatu Lari PUMA NITRO
-
Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS
-
Mengenal Oud hingga Amber: Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Jadi Favorit di Indonesia
-
Spesifikasi dan Harga POCO F8 Terbaru di Blibli
-
Geger di Pati, Ini 7 Fakta Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Hutan Sitiluhur
-
Dari Potensi Lokal ke Ekonomi Kuat, Desa Pajambon Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Warga Tewas Tertimpa Kanopi
-
Program Desa BRILiaN Dorong Desa Pajambon Tumbuh sebagai Desa Ekonomi Berdaya