Suara Denpasar – Beredar kabar miring tentang Saddil Ramdani, dirinya disebut penghianat yang jadi bintang di Malaysia atau negeri Jiran.
Kabar tersebut diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube JAGAT NUSANTARA dengan video berdurasi 8 menit 30 detik pada Selasa, 11 Juli 2023 dan sudah ditonton 12 ribu kali setelah 23 jam dari waktu pengunggahan.
Video itu disebar dengan judul ‘Makin Besar Kepala!! Dielu-elukan di Malaysia, Saddil Ramdani Lecehkan PSSI dengan Kata-Kata Ini’, dilansir Suara Denpasar pada Rabu, (12/7/2023).
Selain itu, pada thumbnail video juga dituliskan ‘Penghianat Jadi Bintang di Negeri Jiran’.
Lantas benarkah kabar tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait beredarnya video itu guna mendapatkan fakta sesungguhnya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu berisikan cuplikan video laga Timnas Indonesia dan video berita dari salah satu acara berita.
Namun penjelasan sang narator sangat berbeda jauh dengan judul berita yang disampaikannya.
“Pemain Timnas Indonesia guncang Liga Super Malaysia, nyaris lewati produksi gol striker,” ucap sang narator.
Sampai akhir video, tidak ditunjukan bukti pernyataan Saddil Ramdani yang melecehkan PSSI sebagaimana disampaikan pada judul video.
Kanal YouTube tersebut hanya mengunggah cuplikan pernyataan presenter berita tentang Saddil.
“Juga ada satu hal yang nampaknya seperti mimpi, utamanya untuk bintang Timnas Saddil,” ucap presenter berita dalam cuplikan video itu.
Setelah ditelusuri, video asli dari cuplikan video presenter berita itu merupakan video lawas 4 tahun lalu, konteks dari berita tersebut adalah tentang laporan Saddil Ramdani dicabut, ketika terlibat kasus dengan seorang wanita kala itu, berikut ini link video lengkapnya:
https://youtu.be/iVri6zgnPbY
Jadi, selain tidak ada bukti pernyataan Saddil Ramdani yang disebut melecehkan PSSI, faktanya video presenter berita itu juga hanya dimanfaatkan untuk kebohongan kanal YouTube tersebut, atau bersifat manipulatif.
Berita Terkait
-
Tampil Memukau di Liga Malaysia, Saddil Ramdani Tuai Pujian Suporter Sabah FC
-
CEK FAKTA: Pengkhianat Bangsa! Saddil Ramdani Pindah Kewarganegaraan dan Bela Timnas Malaysia
-
Tak Hanya Saddil Ramdani, InilahNatanael Siringoringo, Pemain Muda Indonesia yang Berkarir di Liga Malaysia
-
Buka Gol di Sabah FC Kontra Kuching City FC, Saddil Ramdani Tuai Pujian Warganet, Shin Tae Yong Kena Sindir?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Istri yang Dibakar Suami di Paluta Meninggal Dunia
-
Ngaku Difitnah soal Jadi Petugas Haji, Chiki Fawzi Malah Dikritik Gara-Gara Adab di Acara TV
-
Kekuatan Tersembunyi Mahalini Jelang Konser: Rahasia Dukungan 2 Keluarga yang Tak Terbatas
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi