Suara Denpasar - Atlas Beach Club bisa dikatakan bisnis yang tidak pernah melupakan lingkungan sekitar dan masyarakat. Buktinya, bukan sekadar mengejar keuntungan semata. Beach club terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, itu juga aktif menyelenggarakan beragam kegiatan yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan.
Program terbaru mereka kali ini dinamakan Weekly Activities yang menggandeng Canggu Community. Yakni berupa workshop gratis setiap minggunya dan bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada partisipan untuk belajar dan mengeksplorasi bakat mereka secara kreatif.
Setiap minggu, partisipan dapat bergabung dalam serangkaian kegiatan menarik yang diadakan setiap hari Minggu selama dua bulan berturut-turut, dari Juni hingga Juli 2023.
Kegiatan-kegiatan ini dirancang dengan tujuan memberikan pengalaman pembelajaran yang tak terlupakan bagi semua peserta yang berpartisipasi, sembari memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Kegiatan ini dimulai secara perdana pada tanggal 11 Juni lalu, dengan tema Woodcuts Prints Workshop yang dibawakan oleh Gracka Works, seorang seniman sekaligus tattoo artist asal Bali.
Peserta yang terdiri dari para anggota Canggu Community serta followers Instagram Canggu Community ini dibimbing dalam membuat cetakan kayu unik yang dapat diaplikasikan pada tas yang diberikan oleh penyelenggara.
Pada tanggal 18 Juni, fokus weekly activities beralih ke kelas keramik. Di sini para partisipan mendapat kesempatan untuk belajar membuat kerajinan keramik yang indah, langsung diajar oleh para seniman keramik berpengalaman.
Sementara pada tanggal 25 Juni, Atlas Beach Club mengadakan workshop pembuatan parfum, berkolaborasi dengan Shade Fragrance. Dan pada tanggal 2 Juli, Atlas Beach Club mengadakan workshop mengenai cara membuat tas rajut (crochet bag) berkolaborasi dengan Volen Art Space, serta workshop mengenai lukisan tradisional Bali yang diadakan pada tanggal 9 Juli berkolaborasi dengan pelukis lokal Made Griywan.
Sekali lagi, acara-acara tersebut mendapatkan respons positif dari para partisipan yang bergabung untuk menghabiskan sore yang penuh kreativitas ini.
Baca Juga: Begini Kata Kades Tibubeneng Atas Kontribusi Atlas Beach Fest
Weekly activities yang diorganisir oleh Atlas Beach Club ini sendiri terbuka untuk umum, dengan kapasitas terbatas 20 peserta per kegiatan. Hal ini dilakukan agar partisipan dapat mendapatkan pengalaman personal dan akrab bagi semua peserta. Informasi mengenai weekly activites bisa diakses di website www.atlasbeachfest.com.
Dengan melibatkan komunitas lokal, Atlas Beach Club menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap lingkungan dan orang-orang yang tinggal di area Berawa Canggu. “Kami sangat senang bekerja sama dengan Canggu Community untuk kegiatan mingguan ini,” ujar Ben Leek, Direktur Operasional Atlas Beach Fest.
“Sungguh menggembirakan melihat partisipan-partisipan mengeksplorasi sisi artistik mereka, dengan Atlas Beach Club sebagai fasilitator.”
“Menjadi bagian dari Atlas Beach Fest Bali adalah pengalaman luar biasa,” sambung Gracka, “Sangat menginspirasi melihat bagaimana seni dapat menyatukan orang dan menciptakan rasa persatuan. Saya merasa terhormat dapat berkontribusi pada kegiatan ini," begitu tukasnya.
“Mengikuti kelas woodcuts prints di Atlas Beach Club sungguh pengalaman yang menyenangkan. Saya memiliki kesempatan untuk belajar dari Gracka dan bertemu dengan pencinta seni lainnya dalam Canggu Community. Ini adalah tempat di mana kreativitas dan komunitas saling berpadu,” sahut salah satu peserta, Alice Johnson.
“Saya memiliki pengalaman yang luar biasa dalam kelas keramik yang diselenggarakan oleh Atlas Beach Club. Para seniman memberikan panduan yang sangat baik, dan saya senang bisa terhubung dengan peserta lain yang memiliki passion dalam seni. Acara seperti ini membuat saya merasa lebih terhubung dengan Komunitas Canggu,” sambung Mark Davis, peserta lainnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Kenapa Sumur Minyak Ilegal di Muba Terus Terbakar? Ini Penyebab, Dampak, dan Solusi yang Disiapkan
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Sausu Tambu Bersinar Lewat Desa BRILiaN, Ekonomi Pesisir Kian Kuat dan Berdaya Saing
-
Transformasi Sausu Tambu: Potensi Lokal Angkat Ekonomi Pesisir hingga Berprestasi Nasional
-
Desa BRILiaN Sausu Tambu Dorong Ekonomi Pesisir, Raih Pengakuan di Tingkat Nasional
-
Istighotsah Cirebon, Ulama: Jangan Biarkan Kasus KM 50-Vina Menggantung!
-
Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
-
Dari Desa Pesisir ke Panggung Nasional, Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Berbasis Potensi Lokal