- Banyak umat Muslim ingin berkurban saat Iduladha, namun kondisinya masih memiliki utang.
- Dalam Islam, utang berkaitan dengan hak orang lain, sedangkan kurban merupakan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan.
- Kondisi ini memunculkan pertanyaan: mana yang harus didahulukan, bayar utang atau berkurban?
Suara.com - Banyak umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk berkurban sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT menjelang Iduladha 2026.
Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang masih memiliki kewajiban bayar utang sehingga muncul pertanyaan mana yang harus didahulukan menurut Islam.
Dalam ajaran Islam, utang bukan perkara sepele karena berkaitan dengan hak orang lain yang wajib dipenuhi. Sementara itu, kurban termasuk ibadah sunnah muakkad yang memiliki keutamaan besar.
Karena itu, banyak orang merasa bingung ketika kondisi keuangan terbatas tapi keinginan untuk berkurban tetap ada.
Apalagi momen Iduladha sering kali identik dengan semangat berbagi dan menjalankan sunnah Nabi Ibrahim AS.
Lalu menurut Islam, lebih baik mendahulukan bayar utang atau berkurban? Berikut penjelasan lengkap berdasarkan pandangan ulama dan dalil yang berkaitan dengan masalah tersebut.
Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan?
Dalam Islam, utang dan ibadah kurban sama-sama memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Namun ketika seseorang memiliki keterbatasan harta dan harus memilih antara bayar utang atau berkurban, Islam mengajarkan agar kewajiban didahulukan dibanding amalan sunnah.
Merangkum BAZNAS dan laman resmi MUI Sulawesi Selatan, mayoritas ulama menjelaskan bahwa membayar utang lebih utama daripada berkurban.
Baca Juga: Dapat Daging Kurban Banyak, Apakah Boleh Dijual? Begini Hukumnya dalam Islam
Sebab, melunasi utang hukumnya wajib, sedangkan kurban bagi mayoritas ulama merupakan sunnah muakkadah atau ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Dasar hukum tentang pentingnya melunasi utang juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang artinya:
"Nabi bersabda, 'Ruh seorang mukmin tergantung karena utangnya sampai utang itu dilunasi'." (HR. Tirmidzi)
Para ulama juga menilai bahwa orang yang masih memiliki utang dan belum mampu melunasinya dianggap belum memiliki kemampuan sempurna untuk berkurban.
Karena itu, mendahulukan pembayaran utang dinilai lebih menjaga hak sesama manusia yang wajib dipenuhi terlebih dahulu.
Meski begitu, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang tetap diperbolehkan berkurban walau masih memiliki utang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
-
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
-
Pernah Jadi MUA hingga Live Streamer, Aris Priadi Kini Bersinar sebagai Wak Bordir
-
3 Serum Lokal Terbaik untuk Flek Hitam Berdasarkan Klaim dan Review
-
Apakah Air Cooler Bisa Dingin Seperti AC? Coba 8 Cara Ini Agar Pendinginan Maksimal
-
Body Mask dan Lulur Apa Bedanya? Pahami sebelum Mulai Perawatan Tubuh
-
Bersiap IPO, Produk Rans Food Jadi Sorotan: Sepi Peminat hingga Stok Sering Kosong