Suara Denpasar – Panji Gumilang, selaku syaikh atau pimpinan Ponpes Al-Zaytun mengabarkan soal masalah keuangan yang dialami oleh pihaknya.
Dirinya mengaku rekening bank Ponpes Al-Zaytun diblokir sehingga transaksi pembiayaan pendidikan sedikit terganggu.
Maka dari itu Panji meminta para wali santri untuk melakukan suatu hal sebagai langkah solutif.
Syaikh Al-Zaytun itu juga meyakini suatu hal, dengan percaya diri dan tenang ia yakin bahwa pemblokiran itu tidak akan berlangsung lama karena satu hal.
“Rekening kita, rekening Al-Zaytun sedang ada, atau real-nya sedang ada pemblokiran,” ucapnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube Al-Zaytun Official pada Sabtu, (15/7/2023).
“Namun percayalah tidak lama! Karena lalu lintas keuangan di kampus kita ini adalah lalu lintas keuangan yang sangat-sangat sehat,” lanjutnya.
Dirinya kemudian meminta kepada wali santri untuk melakukan pembayaran secara tradisional, yaitu menyetor langsung uang ke pihaknya.
“Supaya dana-dana yang wali santri akan setorkan itu bisa dimanfaatkan, nah sebaiknya secara tradisional saja setorkan tunai,” jelasnya.
Panji Gumilang tidak menjelaskan apa penyebab rekening bank pondok pesantrennya diblokir, dengan tenang ia sampaikan hal tersebut tidak akan berlangsung lama.
Baca Juga: Panji Gumilang Diduga Memiliki 256 Rekening dengan 6 Identitas yang Berbeda, Begini Reaksi Mahfud MD
Sebagai informasi, Ponpes Al-Zaytun merupakan pondok pesantren yang menjadi sorotan publik karena beberapa hal kontroversial.
Sampai saat ini sebagian kelompok masyarakat meminta pondok pesantren tersebut dibubarkan lantaran dinilai menyimpang dari ajaran islam.
Akan tetapi, aspirasi kelompok yang menuntut pembubaran itu masih dalam proses pembahasan oleh pihak pemerintah sampai saat ini. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras BULOG Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Kabel Listrik Bermasalah, Ratusan Jaecoo J7 Kena Recall