Suara Denpasar - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan kekhawatirannya terkait terjadinya kericuhan pada pertandingan antara Persik Kediri dan Arema FC di Stadion Brawijaya.
Kerusuhan tersebut dipicu oleh kehadiran sejumlah oknum suporter Arema yang menyusup ke dalam stadion, meskipun ada larangan kehadiran suporter tamu dalam kesepakatan antara FIFA dan Indonesia, serta kesepakatan liga dengan kepolisian.
Erick Thohir menyoroti masalah tersebut dan menegaskan bahwa suporter harus menjadi bagian dari transformasi positif dalam dunia sepak bola Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kehadiran suporter tamu pada pertandingan tersebut melanggar aturan yang telah disepakati.
Kejadian berawal dari suporter tamu yang tiba-tiba hadir. Kedatangan tamu tak diundang itu berujung pada perkelahian antar fans yang memicu kerusuhan.
Erick Thohir juga mengingatkan akan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang belum lama ini terjadi. FIFA masih terus memantau perkembangan di Indonesia selama dua tahun ini.
Oleh karena itu, aturan tentang larangan kehadiran suporter tamu selama dua tahun diberlakukan. Jika hal ini terus terjadi tanpa adanya introspeksi dari pihak-pihak terkait, termasuk suporter, klub, dan panitia pertandingan, maka sanksi akan diberlakukan.
“Kalau ini (kericuhan) terus menerus, tidak ada introspeksi diri, baik dari suporter, dari klub, tim yang menjadi panitia tamu, percaya sama saya, (akan) dihukum. Apa kita mau dihukum lagi?,” ucap Erick Thohir dikutip dari bolatimes (16/7/2023).
Pernyataan tersebut menunjukkan keprihatinan Erick Thohir terhadap kondisi sepak bola Indonesia dan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap pertandingan.
Baca Juga: PSSI Mendapatkan Rp425 Juta dari Pelanggaran Klub Liga 1
Erick Thohir mengajak semua pihak terkait untuk melakukan refleksi dan bekerja sama dalam menciptakan perubahan positif demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Ketua Umum PSSI menyoroti soal adanya kericuhan saat pertandingan Persik vs Arema di Stadion Brawijaya.
Kerusuhan tersebut terjadi karena adanya 25 orang suporter Arema yang melanggar larangan kehadiran suporter tamu dengan menyusup ke dalam stadion.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Chanathip Songkrasin Ungkap Ancaman Hancurnya Timnas Thailand di Masa Depan, Erick Thohir Malah Panen Pujian dan Jadi Ancaman Harimau Malaya
-
Cek Fakta: Akhirnya Bukti Terkumpul! Erick Thohir Laporkan Wasit Asal Vietnam yang Curangi Timnas Putri Indonesia ke FIFA
-
Cek Fakta: Murka! Erick Thohir Tantang Malaysia, Tak Terima Sering Dipandang Remeh?
-
Cek Fakta: Timnas Putri Dicurangi! Erick Thohir Turun Tangan Usut Tuntas Kecurangan Wasit Asal Vietnam
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil
-
Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC
-
Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA