Suara Denpasar - Setelah PSSI mengumumkan dua belas kota sebagai tempat seleksi Timnas Indonesia U-17, berbagai protes pun muncul.
Akun Instagram resmi federasi, @PSSI, dipenuhi dengan komentar-komentar dari netizen yang merasa tidak puas dengan pembagian zona dan wilayah seleksi yang dilakukan oleh PSSI.
Salah satu alasan utama protes tersebut adalah karena tidak ada satupun kota di wilayah kepulauan Maluku dan Papua yang masuk dalam daftar penyelenggaraan seleksi.
Netizen juga berpendapat jika banyak pemuda berbakat dari wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua, yang sering kali menjadi andalan bagi Timnas Indonesia di berbagai level usia. Oleh karena itu, netizen berharap seleksi juga dilakukan di wilayah tersebut.
Bima Sakti, pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, akhirnya memberikan penjelasan terkait hal ini. Mantan asisten pelatih Luis Milla tersebut menyatakan bahwa ketidakhadiran wilayah Maluku dan Papua dalam daftar seleksi adalah demi efisiensi waktu, mengingat waktu yang terbatas untuk persiapan Timnas U-17.
Bima juga menjelaskan bahwa bagi daerah Indonesia Timur, mereka dapat bergabung dengan titik lokasi seleksi terdekat, yaitu di Pulau Sulawesi. Tim pemantau bakat Timnas U-17 telah menetapkan Manado dan Makassar sebagai tempat seleksi di Pulau Sulawesi.
"Papua nanti gabung di Manado atau di Makassar," jelas Bima dikutip dari yoursay.id (17/7/2023).
Selain itu, Bima Sakti juga menjelaskan bahwa peserta seleksi dari daerah lain sering kali datang ke titik seleksi terdekat. Misalnya, peserta seleksi di Palembang juga ada yang berasal dari Jambi dan Lampung.
Hal serupa terjadi di Medan, di mana peserta datang dari Aceh dan daerah-daerah lainnya. Mengunjungi setiap daerah akan memakan waktu yang lama.
Melihat penjelasan Bima Sakti, dapat disimpulkan bahwa salah satu alasan tidak dilakukannya seleksi di Maluku dan Papua adalah efisiensi waktu.
PSSI memiliki waktu terbatas, maksimal lima bulan, untuk mempersiapkan Timnas U-17 jelang Piala Dunia U-17. Meskipun begitu, netizen tetap berharap agar seleksi juga dapat dilakukan di wilayah-wilayah tersebut.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Top! Coach Bima Sakti Panggil 6 Pemain Diaspora dari Eropa untuk Join ke TC Timnas Indonesia U-17
-
Bima Sakti Gelar Pemusatan Latihan Timnas Indonesia U-17, Dua Pemain Muda Bali United Dapat Panggilan
-
Tak Lagi Local Pride! Bima Sakti Resmi Panggil 34 Nama Jalani Seleksi Timnas U-17, Termasuk 6 Pemain Abroad
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur