/
Rabu, 19 Juli 2023 | 14:08 WIB
Putra Cak Nun, Noe Letto Lepas Ateis dan Kembali Islam karena Anak Setan dan Perjanjian Hudaibiyah (Youtube Deddy Corbuzier)

"Ini tepak (menampar) doang," jelas Noe.

Yang kedua adalah soal keputusan Nabi Muhammad mau menandatangai Perjanjian Hudaibiyah dengan Kaum Kafir Quraish Mekkah. Noe belajar sejarah, kemudian belajar teori perang, termasuk Seni Berperang ala Sun Tzu. Hasilnya, dia menilai Perjanjian Hudaibiyah tidak masuk akal. 

"Satu titik keputusan yang nggak make sense (masuk akal) buat saya itu Perjanjian Hudaibiyah.  Islam sudah berada di atas angin tapi membuat perjanjian dengan Mekkah yang tidak make sense," jelas Noe.

Perjanjian ini juga ditentang banya Sahabat Nabi Muhammad. Sebab, perjanjian ini merugikan Kaum Muslim. Padahal, kala itu Kaum Muslim di Madinah dalam kondisi kuat dan bisa memenangkan pertempuran bila menaklukkan Kafir Quraish yang menguasai Mekkah.

Sebagaimana diketahui dalam sejarah, kaum Quraish mengingkari Perjanjian Hudaibiyah. Pengingkaran ini jadi dasar Nabi Muhammad mengerahkan 10 ribu tentara mengepung Mekkah. Kaum Quraish menyerah takluk tanpa pertumpahan darah.

Nabi Muhammad menang gemilang. Tidak hanya membebaskan Mekkah dari kemusrikan, namun juga hati kaum Quraish yang sebelumnya memusuhinya. Kaum Quraish bebas memeluk Islam dan menjalankan ajarannya.

"Fathu Makkah (Pembebasan Mekkah) dalam keadaan kemenangan total. Tidak hanya kemenangan militer, tapi juga kemenangan moral dan mental. Jadi penaklukannya total. Tanpa ada kejadian itu, tanpa ada penaklukan total," jelas Noe.

Meminjam Theory of Mind atau Teori Pikiran, Noe mencoba mendudukkan Muhammad sebagai seorang yang jenius, bukan seorang nabi utusan Tuhan. Diketahui, Teori pikiran adalah kemampuan seseorang mengetahui bahwa orang lain memiliki kepercayaan, keinginan dan intensi yang berbeda dari dirinya.

"Saya nggak berpikir ada strategi perang untuk menaklukkan cinta. Perang itu yang bunuh-bunuhan, bukan kemudian rakyatnya cinta sama aku (penakuknya)," katanya. 

Baca Juga: Unik! Ibu Beragama Buddha dan Ayah Islam, Rafael Tan SMASH Memilih Kristen: Gue Happy

Muhammad, menurut Noe, seperti melihat masa depan sehingga memiliki strategi perang yang unik. Yakni Muhammad seperti percaya akan ada momentum penting di mana kaum Quraish akan mengingkari perjanjian yang kemudian jadi dalih untuk menaklukkan Mekkah dan hati manusianya.

"Ini kausalitasnya (sebab-akibat) menjadi make sense (masuk akal) kalau ada satu komponen (faktor X) di depan yang diketahui duluan, kan gitu," jelas dia.

Faktor di luar Muhammad yang bisa melihat masa depan, itu lah yang membuat Noe tersentak tidak habis pikir. Dan dia percaya Muhammad dapat bisikan gaib.

"Artinya dia dapat informasi, bisa dikatakan begitu. Saya gak tahu mekanismenya. Apakah beliau dibocorin 'pokoknya gini aja', atau dikasih ngintip masa depan. Saya tidak tahu detailnya. Tapi faktanya bahwa itu bukan keputusan yang diambil oleh logic aloan (logka saja), knowledge aloan (pengetahuan saja), ada something else (sesuatu yang lain) yang gak bisa dilacak," paparnya. 

Kasus anak setan dan Perjanjian Hudaibiyah membuat Noe Letto merasa cukup untuk kembali percaya terhadap Tuhan. Dia juga kembali ke Agama Islam. (*)

Load More