Suara Denpasar - Pemasangan tiang dan kabel semrawut oleh provider penyedia layanan internet banyak dikeluhkan warga Bali.
Sebab, membuat pemandangan di lingkungan sekitar terkesan kumuh akibat belukar kabel yang melintang. Tak hanya itu, banyak kabel yang melintang dan tidak ditata.
Tentu ini sangat buruk bagi citra Bali sebagai daerah destinasi wisata jika dibiarkan terus-menerus.
Menyikapi hal tersebut, pihak Desa Kutuh memerintahkan pencabutan tiang provider Globar Extreme dikutip dari akun Instagram Desa Kutuh, Selasa (25/7/2023).
Dicabutnya tiang dan kabel tersebut karena tidak ada koordinasi dengan pihak desa.
"Keempatnya harus dicabut," tegas Kepala Desa atau Perbekel Kutuh I Wayan Mudana,ST. Atas hal tersebut, Wayan Mudana meminta agar tiang yang sudah dipasang untuk dicabut dan proyek dihentikan sementara.
Sebelum adanya koordinasi dengan Desa. Hal ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada pihak provider terkait kebijakan Desa, khususnya dalam hal meminimalisir kesemrawutan tiang dan kabel internet.
Namun begitu, langkah tegas tersebut tidak hanya mendapat reaksi positif warganet. Ada juga yang menyebut langkah itu terkesan pilih kasih.
Mengingat, di lokasi ada juga kabel dan tiang provider lain. Jadi, warganet itu mengaitkan dengan "setoran" yang mungkin tidak diberikan oleh penyedia provider yang tiangnya dicabut.
Baca Juga: Berikut Profil Mantan Kapolresta Denpasar yang Kini Menjabat Kabid Humas Polda Bali
Tapi, pastinya banyak warga Bali yang mendukung aksi penertiban kabel-kabel yang membuat kumuh kesan kota selama ini. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
6 Fakta Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa Selama 3 Tahun hingga Lumpuh
-
Klub Super League Wajib Pakai Pelatih Lokal Mulai Musim 2026/2027
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis