Suara Denpasar - Mantan Kapolda Bali yang juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI yakni Komjen Petrus R. Golose kini resmi menyandang gelar baru.
Ya, jenderal yang paling ditakuti preman di Bali karena keberanian dan tindakan tegas tak pandang bulu saat kepemimpinannya tersebut. Kini, menyandang gelar Profesor.
"Saya secara resmi dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang ilmu kepolisian, khususnya bidang Transnational Organized Crime di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Lemdiklat Polri Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan," paparnya dalam akun Instagramnya yang dikutip denpasar.suara.com, Selasa (25/7/2023).
Pengukuhan dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menpora Dito Ariotedjo, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua KPK Firli Bahuri, Kepala BSSN Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, para Duta Besar negara sahabat, anggota Komisi III DPR RI, Kepala BNN RI pada masanya, mantan Wakapolri Komjen Pol. (Purn) Prof.Gatot Eddy Pramono, dan mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Prof. AM Hendropriyono.
Sejumlah pejabat utama Polri yang hadir antara lain Kabaharkam Polri Komjen Pol. M Fadil Imran, Korlantas Polri Irjen Pol. Firman Santyabudi, Pejabat Tinggi Madya dan Pratama BNN RI, Kelompok Ahli BNN RI, Kepala BNN Provinsi jajaran, Alumni Lemhanas PPSA XX, alumni Akpol 1988 Atmani Wedhana dan para Rektor se-Indonesia.
Ungkap Golose, dirinya sebagai guru besar berdasar surat keputusan Menteri Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 28862/M/07/2023 tertanggal 8 Juni 2023. Prosesi pengukuhan dipimpin oleh perwakilan guru besar senat Akademik STIK Komjen Pol. (Purn) Prof. Iza Fadri dan diawali dengan tradisi pedang pora.
Dalam acara pengukuhan dia juga memaparkan orasi ilmiah berjudul “New Psychoactive Substances”: Tantangan Baru dari Perspektif Transnational Organized Crime.
"Saya bagi tiga poin, yaitu Kejahatan Narkotika dalam Perspektif Transnational Organized Crime, Emerging Threat: New Psychoactive Substances, dan Pengarusutamaan Konsep Depenalisasi," sebutnya.
Dengan gelar profesor ini, dia berharap bisa bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan umumnya dan ilmu pengetahuan kepolisian khususnya.
Baca Juga: Kangen Golose, Kasus Penyegelan Kantor LABHI BALI Terkesan Lambat
"Serta memberikan support bagi saya dalam memimpin BNN RI dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika ( P4GN)," tukasnya. ***
Tag
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
Gratis Itu Relatif, Setidaknya Itu yang Saya Pelajari dari Sekolah Negeri
-
4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 26 April 2026, Hoki Besar Menanti!
-
Tembus Miliaran Rupiah! Bedah Detail Koleksi Berlian Syifa Hadju di Momen Siraman hingga Sungkeman
-
UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
-
4 Cara Menghilangkan Jamur di Kaca Sunroof yang Membandel, Kembali Kinclong Modal Murah
-
Ditinggal Jemput Istri ke Medan, Rumah Karyawan BUMN di Simalungun Dibobol Maling
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Promo JSM Alfamart 26 April 2026, Banjir Diskon Susu Anak dan Kebutuhan Dapur
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade