Suara Denpasar - PSIS Semarang akan menghadapi tantangan berat saat berduel melawan Borneo FC dalam laga pekan kelima BRI Liga 1 2023/24 di Stadion Jatidiri pada Jumat (28/7) pukul 15.00 WIB. Meskipun menghadapi situasi di mana 4 pemain absen, pelatih kepala PSIS Semarang, Gilbert Agius, menyatakan bahwa persiapan tim telah dilakukan secara maksimal selama sepekan terakhir.
Gilbert Agius, pelatih berlisensi UEFA Pro, menyampaikan keyakinannya dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan pada Kamis (27/7), bahwa persiapan tim telah berjalan dengan baik dan semua pemain berada dalam kondisi fit.
Mereka akan berusaha untuk tampil sebaik sebelumnya dan menghormati lawan mereka, Borneo FC. Ia menegaskan bahwa seluruh tim, baik pelatih maupun pemain, siap menghadapi pertandingan besok.
Meski sebelumnya catatan hasil pertandingan melawan Borneo FC tidak menguntungkan bagi PSIS dalam enam pertandingan terakhir, Gilbert Agius menegaskan bahwa timnya tidak gentar.
Ia menyoroti bahwa Borneo FC adalah tim yang kuat, namun sebaliknya PSIS juga telah mampu mengalahkan Bhayangkara, meskipun keduanya memiliki catatan kurang apik. Gilbert memilih untuk melupakan masa lalu dan fokus pada pertandingan mendatang melawan Borneo FC.
Namun demikian, PSIS Semarang harus menghadapi Borneo FC tanpa kehadiran dua pemain penting, yaitu Carlos Fortes dan Boubakary Diarra, yang mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.
Meskipun tanpa kehadiran dua pemain tersebut, Gilbert mengatakan bahwa tim memiliki 25 pemain yang siap untuk menghadapi laga tersebut.
Carlos Fortes yang mendapatkan kartu merah, dijatuhi hukuman tambahan larangan bermain dalam dua pertandingan terdekat dan denda sebesar Rp10.000.000.
Di sisi lain, Boubakary Diarra dinyatakan telah melakukan tindakan pelanggaran serius (serious foul play) dan dihukum dengan larangan bermain dalam satu pertandingan serta denda sebesar Rp10.000.000,-.
Baca Juga: Gilbert Agius Puas Hasil Imbang PSIS Semarang, Panser Biru Pertanyakan soal Gali Freitas
Wisnu Adi, manager operasional PSIS, merasa kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Komisi Disiplin PSSI. Terkait kasus Fortes, Wisnu Adi menyatakan bahwa hukuman kartu merah sudah cukup, dan tambahan hukuman dua pertandingan sangat disayangkan.
Terkait Diarra, setelah mempelajari rekaman video yang ada, posisi bertahan dan pembuangan bola Diarra sudah benar dan pemain lawan yang mendekat ke bola, sehingga keputusan hukuman setelah itu menjadi kurang dimengerti.
Sementara dari sisi pemain, Lucas Gamma, yang akrab disapa Lucao, menyatakan bahwa persiapan tim sangat baik menjelang pertandingan melawan Borneo FC. Ia menekankan pentingnya evaluasi dari pertandingan sebelumnya dan berharap agar tim dapat tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi dalam pertandingan.
PSIS Semarang juga harus kehilangan dua pemainnya, Fredyan Wahyu dan Wawan Febriyanto, yang saat ini berstatus sebagai anggota TNI Angkatan Darat.
Keduanya mendapatkan panggilan dari kesatuannya untuk mengikuti kompetisi Piala Panglima TNI dan telah berangkat ke Jakarta setelah pertandingan melawan PSS Sleman. Meski harus absen dalam dua laga ke depan, CEO PSIS, Yoyok Sukawi, menegaskan bahwa pemain-pemain lain dalam tim siap untuk bermain dengan kualitas yang setara.
Pertandingan sore nanti akan menjadi ujian bagi PSIS Semarang, namun dengan persiapan yang baik dan semangat juang tinggi, mereka tetap optimistis untuk menghadapi Borneo FC di Stadion Jatidiri, Semarang pada pukul 15.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia
-
Detik-Detik Terakhir Yai Mim sebelum Meninggal di Polrestabes Malang: Pamit Tidur, Lalu Berpulang
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba