Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pengelolaan air bersih di Bali belum 100 persen baik. Hal itu oleh karena infrastruktur atau sarana dan prasarana PDAM yang belum memadai.
Hal itu disampaikan Wayan Koster dalam workshop yang diselenggarakan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang bekerja sama dengan World Bank tentang pengelolaan air bersih bagi masyarakat di di Hotel Trans Resort, Seminyak Kuta, Bali, Kamis (3/7/2023).
"Secara umum di Bali sudah cukup memadai namun ada yang belum terkelolah dengan baik, tingkat kebocorannya cukup tinggi. Karena itu lah ini harus dikelola dengan baik lagi agar PDAM ini semakin produktif, efektif dan efisien," ucap Koster.
Wayan Koster menilai, fasilitas air bersih yang belum memadai itu karena anggaran dari PDAM yang terbatas. Bahkan kata dia, banyak PDAM di Bali yang rugi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar air ke PDAM.
"Banyak PDAM kita yang rugi karena masyarakatnya memandang air itu adalah pemberian dari alam. Sehingga harga air yang sangat murah pun dibilang sangat mahal," keluh Wayan Koster.
"Kalau mengeluarkan uang untuk membeli pulsa jauh lebih mudah dan tanpa pikir ketimbang sedikit menaikkan tarif air," sentilnya.
Potisi PDI Perjuangan itu berharap masyarakat Bali harus tahu bahwa PDAM adalah instansi yang ditugaskan untuk mengelola air bersih. Karena itu PDAM harus didukung secara anggaran.
"Jadi menyangkut isu ini yang harus dilakukan adalah edukasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa air itu vital, memang datang dari alam tapi harus dikelola dengan baik," ujar Koster.
"Karena PDAM itu fungsi utamanya adalah mengelola air, jadi dia (PDAM) juga harus sehat keungannya, tidak merugi, tidak membebani APBD secara terus menerus apalagi berutang," tukasnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: Soal Ketersediaan Air Bersih, Wamendagri: Pemerintah Jangan Langgar HAM
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta