Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster akan pasang badan untuk nasib 651 orang tenaga penyuluh bahasa Bali.
Hal itu menyusul aturan penghapusan tenaga honorer oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang akan berlalu pada 28 November 2023 mendatang.
Penghapusan itu tertuang dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang ditandatangani Tjahjo Kumolo pada 31 Mei 2022.
Karena merasa terancam, sebanyak 651 tenaga penyuluh bahasa Bali mendatangi Gedung DPRD Provinsi Bali. Mereka diterima oleh Komisi IV DPRD Provinsi Bali dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Terkait keluhan para penyuluh bahasa Bali itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha mengatakan Gubernur Bali Wayan Koster akan pasang badan untuk menyelamatkan nasib para penyuluh bahasa Bali tersebut.
"Memang Pak Gubernur sejak awal sudah pasang badan, beliau yang menginisiasi pembentukan lembaga penyuluh bahasa Bali ini, jadi beliau bertanggungjawab sekali, jadi memperhatikan sekali," ujar Gede Arya Sugiartha di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis (27/7/2023).
Gede Arya Sugiartha meyakinkan bahwa posisi 651 tenaga penyuluh bahasa Bali tersebut akan aman. Sebab Dinas Kebudayaan Provinsi Bali telah menganggarkan di tahun 2023.
"Dari sisi anggaran tahun 2023 itu full sudah kita anggarkan. Aman kondisi anggaran aman. Bahakan 2024 pun kita sudah siapkan postur anggaran," imbuhnya.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta mengatakan pihaknya akan mendorong Gubernur Bali agar membuat kebijakan khusus kepada para penyuluh bahasa Bali itu.
Baca Juga: Wayan Koster Soal Ada Siswa 'Titipan' Dewan: Itu Adalah Penjaringan
Menurut Budiarta, para penyuluh bahasa Bali itu lah yang menjadi pintu pertama dalam menjaga bahasa, adat, tradisi dan budaya Bali. Sehingga perlu perhatian khusus.
"Oleh sebab itu keinginan kami (DPRD) adalah supaya pemerintahan Bali khususnya Gubernur Bali membuat kebijakan yang strategis untuk mempertahankan keberadaan para penyuluh bahasa Bali ini di masyarakat," pinta Budiarta. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?