/
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 07:40 WIB
Cek Fakta: Terlanjur Malu! PSSI Lesu FIFA Puji Kualitas Rumput dan Kemegahan Stadion JIS (YT FIFO FAMILY NEWS)

Suara Denpasar - PSSI dikabarkan terlanjur malu dan lesu lantaran FIFA puji rumput dan kemegahan stadion JIS.

Jakarta International Stadium alias JIS merupakan stadion megah yang berdiri di DKI Jakarta.

Akan tetapi, sampai saat ini polemik soal standar internasional atas stadion tersebut menjadi perbincangan hangat. Namun benarkah berita tentang PSSI, FIFA dan JIS itu?

Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube FIFO FAMILY NEWS denga video berjudul, 'FIFA Pun Ikut Kagum! PSSI Lesu FIFA Puji Kualitas Rumput dan Kemegahan Stadion JIS', dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (5/8/2023).

Video itu diunggah dengan durasi 8 menit 42 detik satu hari lalu, yaitu pada Jum'at, 4 Agustus 2023, hingga saat ini sudah ditonton 98 ribu kali.

Pada thumbnail video dituliskan 'Terlanjur Malu! PSSI Lesu FIFA Puji Kualitas Rumput dan Kemegahan Stadion JIS'.

Terkait video yang tersebar itu, tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam dan berikut ini hasil cek faktanya.

CEK FAKTA

Setelah ditelusuri video itu menampilkan potongan-potongan video beberapa orang yang diedit tanpa suara, kemudian diiringi dengan suara seseorang yang tidak jelas siapa narsum yang berbicara.

Baca Juga: Tak Disangka, Stadion Megah Setara JIS dan Berstandar FIFA Justru Dicuekin PSSI, Tak Masuk Lokasi Piala Dunia U-17?

Hingga akhir video tidak ditunjukan bukti bahwa FIFA puji rumput dan kemegahan stadion JIS sampai-sampai PSSI lesu dan terlanjur malu.

Salah satu potongan video tanpa suara dalam video itu adalah video Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI saat ini.

Setelah ditelusuri, faktanya video Erick Thohir itu pernah diunggah oleh kanal YouTube salah satu stasiun televisi nasional, berikut ini link video aslinya:

https://www.youtube.com/live/CJxdLFEFKvg?feature=share

Faktanya, konteks dari pernyataan Erick Thohir dalam video itu bukan tentang JIS, melainkan tentang FIFA dan Piala dunia U-17 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

KESIMPULAN

Terbukti bahwa berita tersebut tidak benar, bersifat manipulatif dan dapat dikategorikan sebagai berita hoax usai ditelusuri. (*/Dinda)

Load More