Suara Denpasar - Peraturan Walikota (Perwali) Denpasar No 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik sepertinya belum 100 persen berhasil.
Pasalnya kesadaran masyarakat tentang pengurangan kantong plastik masih rendah. Terbukti kantong plastik masih menjadi kantong belanja di pasar-pasar tradisional, salah satunya adalah pasar Badung.
Hal itu membuat Pemerintah Kota Denpasar rempong. Akhirnya harus berpikir lebih untuk membuat kebijakan baru. Salah satu program yang akan dilakukan Pemerintah Kota Denpasar adalah menghadirkan kantong plastik ramah lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata alias Guskowi.
Guskowi mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan sebuah perusahaan yang memproduksi plastik ramah lingkungan.
"Ini kita sedang merencanakan untuk membuat sistem, mekanisme yang mana nanti kita menuju ke arah plastik ramah lingkungan. Kita juga sering kontak-kontak dan menjalin kerja sama dengan salah satu vendor dari plastik ramah lingkungan di Jakarta," terang Guskowi saat dihubungi Suara Denpasar, Sabtu (5/8/2023).
Guskowi menjelaskan, lobi yang dilakukan dengan vendor plastik ramah lingkungan itu salah satunya soal harga. Diharapkan harganya tidak berbeda jauh dengan kantong plastik konvensional yang beredar di masyarakat saat ini.
"Makanya kita harapkan harganya nanti mirip-mirip dengan plastik konvensional agar bisa kita berlakukan ke pedagang," sambung Guskowi.
Guskowi menilai, mestinya persoalan sampah plastik itu bisa diatasi apabila masyarakat sadar soal bahaya sampah plastik. Yang terjadi saat ini tidak semua masyarakat membawa totebag (kantong belanja ramah lingkungan) saat berbelanja ke pasar-pasar tradisional, yang akhirnya pedagang harus mengemas dalam kantong plastik konvensional.
"Ada masyarakat yang sudah sadar membawa totebag, ada juga yang tidak sadar, tidak bawa totebag yang ramah lingkungan," ungkapnya.
Lebih lanjut Guskowi menjelaskan, hadirnya plastik ramah lingkungan itu hanya sebagai cadangan. Apabila ada masyarakat tidak membawa tote bag saat belanja, maka plastik ramah lingkungan itu yang akan dipakai.
"Nanti untuk masyarakat yang belum sadar itu nanti kita siapkan plastik ramah lingkungan itu di pedagangnya biar tidak lagi pakai plastik konvensional," tandas Guskowi. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Cek Fitur Samsung Galaxy S26 FE yang Bawa One UI 9 dan Galaxy AI Serba Canggih
-
7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui
-
Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute
-
Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu
-
Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara
-
Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura
-
Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?
-
Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah
-
5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna