Suara Denpasar- Pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani sebelumnya sempat menjadi sorotan netizen. Hal itu lantaran komentarnya di media sosial terkait jam bermain yang diberikan Shin Tae Yong selaku pelatih Timnas Indonesia.
Dia menjawab kritikan netizen dan menyebut Shin Tae Yong tak memberikan jam bermain yang cukup untuk dirinya untuk bisa membuktikan kemampuannya di atas lapangan. Dia juga diduga menyebut pemain naturalisasi di Timnas Indonesia sebagai pendatang.
Atas komentarnya itu, dia mendapatkan banyak hujatan netizen. Selain itu, Saddil Ramdani juga mendapat banyak kritikan dari sejumlah pakar dan pengamat sepak bola.
Namun belakangan muncul kabar menyebut jika Presiden Jokowi mengusir Daddil Ramdani dari Indonesia. Hal itu lantaran Saddil Ramdani dianggap sebagai pengkhianat bangsa.
Kabar itu diunggah oleh kanal YouTube Sport News dengan jumlah subscriber sebanyak 24,5 ribu. Video itu berjudul Tak Ada Ampun!! Bertindak Bertindak Seenak Judas, Presiden Usir Paksa Penghianat Timnas Indonesia Saddil Ramdani.
Video berdurasi 4 menit 38 detik itu diunggah pada tanggal 1 Agustus dan telah ditonton sebanyak 16.596 kali pada Kamis (10/8/2023). Berikut link videonya: https://youtu.be/OFElRT0VMdQ. Benarkah Saddil Ramdani diusir dari Indonesia?.
CEK FAKTA
Video yang diunggah kanal YouTube Sport News menampilkan komentar dari sejumlah pengamat sepak bolah. Salah satunya adalah potongan video dari pengamat sepak bola di kanal YouTube Bung Topan sendiri. Selebihnya, video itu hanya menampilkan potongan video aksi Saddil Ramdani di atas lapangan.
Dilihat dari Transfermrkt saat ini, Saddil Ramdani masih berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia. Ia juga masih bermain di klub Malaysia, Sabah FC. Begitu juga saat dicek di website resmi PSSI, Saddil Ramdani masih berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia.
Pada tumbnail video berisi tulisan "Selamat Jalan Saddil Ramdani, Presiden Jokowi Usir Pengkhianat Negara Indonesia, Saddil Ramdani". Pengunggah sengaja menambahkan informasi menyesatkan pada video agar penonton percaya dengan opini dan informasi yang digiring sang pengunggah.
KESIMPULAN
Dari penelusuran yang dilakukan, video yang dibagikan oleh YouTube Sport News berisikan kabar hoax. Informasi yang dibagikannya berisi kebohongan dan menyesatkan penonton. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Media Malaysia Dibikin Heran, Demi Saksikan Duel Punggawa Timnas Indonesia Saddil Ramdani vs Jordi Amat, Tiket Langsung Sold Out
-
Cek Fakta: Terancam 15 Tahun Penjara! Gandeng Polri, Saddil Ramdani Siap Ungkap Motif Terselubung Malaysia
-
Cek Fakta: 1 Bulan Terima 20 Miliar, Saddil Ramdani Akui Jadi Mata-Mata Timnas Malaysia?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Aturan Baru! Polisi Bisa Paksa Warga Serahkan Password HP, Menolak Siap-siap Masuk Bui
-
Membedah Peran Strategis Ekosistem LinkUMKM BRI dalam Mendukung UMKM Berkembang
-
Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Erupsi Gunung Marapi 26 Detik, Kolom Abu Tak Terlihat
-
Jung Woo dan Krystal Jung Bintangi Film Jjanggu, Tayang 22 April
-
Jakarta Lengang, Saleh Husin dan Pramono Anung Gowes 60 Km Bakar Lemak Usai Libur Lebaran
-
Bukan Rudal Iran, Anak Benjamin Netanyahu Jadi Target Pembunuhan Warga AS
-
Jawaban Hanung Bramantyo soal Kemungkinan Garap Film tentang Ani Yudhoyono
-
Suzuki Fronx Pajaknya Berapa? Ini Update Harganya Per Maret 2026
-
Memaksimalkan Potensi di Tengah Keterbatasan, Belajar dari Novel Rasa