/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Tim Program Regenerasi Bernyali dan 3 band indie yakni Soulfood, Matilda, dan Astera dalam acara Showcase di Kedai Berbagi Kopi dan Ruang di Jalan Antasura, Denpasar Utara. (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Dadang SH Pranoto saat ini sedang menggembleng 3 band indie yakni Soulfood, Matilda, dan Astera di Pohon Tua Creatorium (PTC).

Dalam waktu 6 bulan saja 3 band musik itu dilatih secara disiplin sehingga mampu mengeluarkan album masing-masing. Matilda berhasil membuat album Cosmotopian, Astera menghasilkan Better Days dan Soulfood  menghasilkan lagu bernama Amesigenalew. 

Tidak hanya membuat karya,dalam enam bulan itu terdapat workshop tentang manajemen, pemasaran serta teknis dalam rekaman. Termasuk yang berfokus pada penulisan press release, dengan bimbingan dari para ahli seperti Deny Surya, Kristian Dharma, dan Mas Goen.

Dadang SH Pranoto yang juga merupakan Program Leader dan produser program Regenerasi Bernyali itu mengatakan selama berada di Pohon Tua Creatorium, ketiga band indie itu tidak hanya dilatih bermusik saja, tetapi juga dilatih kedisiplinan, dilatih membangun jaringan, hingga mendistribusikan karya.

"Menciptakan karya mereka punya cara masing-masing, tapi yang ribet  bagaimana mendistribusikan karya, membangun marketing entrepreneur. Hari ini tidak bisa main band doang bisa bisa cari networking ke media dan cari referensi terus," terang Dadang yang juga Gitaris Navicula itu pada Minggu (13/8/2023) malam di Kedai Berbagi Kopi dan Ruang di Denpasar Utara. 

Dadang mengaku PTC sama sekali tidak mengubah karakteristik musik dari 3 band indie tersebut. Justru, katanya, karena dia tertarik dengan ciri khas bermusik dari Soulfood, Matilda, dan Astera makanya bisa lolos kurasi masuk PTC. 

Lebih lanjut, pria berambut gimbal itu mengatakan, kaderisasi musik Bali terputus jauh. Tidak banyak band Bali yang go nasional apalagi internasional. 

Untuk mencapai itu dia mendidik Soulfood, Matilda, dan Astera agar kuat berjejaring. Menurutnya berjejaring tidak hanya membuat band itu dikenal, tetapi juga bisa bertahan lama. 

"Komunitas itu membangun sel-sel masing- masing. Akhirnya melihat dengan bahasa entrepreneur dan networking ada komunitas nongkrong. Bahasa saya berkawan itu bagaimana berkawan harus ada sikap mencari tahu itu bagian attitude," tandasnya.

Baca Juga: Tak Sudi Menikah Lagi dengan Anak Band? Komentar Inara Rusli Usai Dijodohkan dengan Ariel Noah Jadi Sorotan Tajam Warganet

Untuk diketahui, dalam program Regenerasi Bernyali itu, Saylow bertindak sebagai project manager, Kristian Dharma sebagai co-producer, Eli bertanggung jawab atas konten visual, dan Bayu membangun seluruh elemen visual. (*/Ana AP)

Load More