Suara.com - Grup musik, Soegi Bornean menyita perhatian para penggemar musik tanah air. Apa lagi dengan single, Asmalibrasi yang disukai banyak orang.
Single tersebut bahkan banyak digunakan di akun TikTok dan Instagram. Bahkan tidak sedikit orang yang mencoba mengcover lagu tersebut.
Soegi Bornean merupakan grup musik indie asal Semarang. Bisa dikatakan musik mereka beda dari yang lain. Ada penyatuan unsur musik Jawa dan Kalimantan.
Penasaran dengan grup Soegi Bornean, Berikut ulasannya.
1. Profil Grup Soegi Bornean
Soegi Bornean adalah sebuah grup musik indie pop yang berasal dari Semarang. Grup yang terbentuk pada April 2019 ini beranggotakan tiga orang, yakni Fanny Soegiarto (vokal), Aditya Ilyas (gitar), dan Bagas Prasetyo (gitar).
Grup musik dibawah naungan Label Irama Records ini mengusung genre Pop, Folk, dan Akustik. Punya nama unik, ternyata ada makna dibalik nama grup satu ini, lho.
Soegi Bornean sendiri terdiri dari kata 'Soegi' yang diambil dari bahasa Jawa 'sugih' yang berarti kaya. Sementara Bornean diambil dari nama kampung halaman Fanny Soegiharto, sang vokalis, yaitu Borneo, Kalimantan.
2. Sempat Mengganti Personel
Baca Juga: Lirik 'Asmalibrasi' Soegi Bornean adalah Vicky Prasetyo versi Lagu?
Setelah dibentuk tahun 2019 lalu, Soegi Bornean sempat mengalami perubahan anggota. Tak seperti Fanny Soegiharto dan Aditya Ilyas yang sejak awal menjadi anggota, Bagas Prasetyo baru bergabung pada tahun 2021.
Sebelumnya, posisi gitas Soegi Bornean sempat diisi oleh Damar Komar. Sejak dibentuk, grup indie satu ini juga telah merilis sederet single sebelum akhirnya menelurkan sebuah mini album pada tahun 2020 lalu.
Sejak rilisnya Album 'Atma' inilah nama grup musik satu ini menjadi semakin terkenal. Salah satu single mereka yang berjudul 'Asmalibrasi' bahkan menempati posisi kedua di Spotify Weekly Top Song pada Oktober 2022.
Lagu ini juga lah yang akhirnya virak dan banyak di bagikan di berbagai jenis media sosial, terutama TikTok.
3. Perpaduan Jawa dan Kalimantan
Selain namanya mencerminkan Jawa dan Kalimantan, Soegi Bornean juga menyajikan musik yang merupakan kesatuan etnik dari kedua daerah tersebut.
Berita Terkait
-
Lirik Kita Usahakan Lagi, Lagu Batas Senja yang Viral Jadi Backsound di Medsos
-
Soegi Bornean Bantah Segala Tuduhan, Fanny Soegi Tetap Panen Dukungan
-
Berapa Royalti Pencipta Lagu? Ini Tarif dan Sistem Pembayaran Sesuai UU
-
Perjalanan Karier Fanny Soegi, Kini Speak Up Soal Masalah Royalti Asmalibrasi
-
Bongkar Aib Mantan Band hingga Dipaksa Nyanyi Meski Baru Berduka, Fanny Soegi Asli Mana?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bedak Marcks Warna Pink Cocok untuk Kulit Apa? Kenali Fungsinya sebelum Membeli
-
Industri Fesyen Sumbang PDB RI Rp 120,13 Triliun di Triwulan I 2026
-
Motor Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau di Bawah 5 Juta, Nggak Perlu Nyicil Baru
-
Beyond the Law Malam Ini: Duel Maut Mantan Detektif vs Gembong Mafia
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini