Suara Denpasar - Jelang penyelenggaraan Piala Dunia U-17, JIS (Jakarta International Stadium) sedang dilakukan berbagai persiapan untuk memenuhi standar FIFA. Sayangnya pembangunan trotoar di bagian barat stadion terancam gagal lantaran berdirinya terpal liar warga gusuran Kampung Bayam.
Warga Kampung Bayam menolak untuk digusur kembali dalam rangka penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di JIS.
Mereka memiliki keyakinan kuat dan bertekad untuk bertahan di tenda darurat yang didirikan sejak November 2022. Alasannya adalah ketidakpastian mengenai keberlanjutan di Kampung Susun Bayam, yang belum memberikan mereka izin untuk menempati tempat tersebut.
Minawati, perwakilan dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK), menyatakan bahwa meskipun mereka bersedia mengubah lokasi tenda, tetapi niat mereka untuk bertahan di sekitar JIS tetap teguh.
"Paling kami akan ubah saja, tapi intinya kami akan tetap bertahan," ungkap Minawati di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta, dikutip dari Suara (15/8/2023).
Situasi ini muncul akibat penggusuran yang telah dialami oleh warga Kampung Bayam sejak 2008 dan 2020, saat mereka digusur untuk pembangunan pancang Jakarta International Stadium.
Meskipun telah ada proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak berwenang terkait penempatan warga di Kampung Susun Bayam, belum ada kepastian yang diberikan kepada mereka.
Gugatan telah diajukan oleh 123 keluarga warga Kampung Bayam kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) karena merasa bahwa hak mereka untuk menghuni dan mengelola Kampung Susun Bayam belum terpenuhi. Dalam gugatan ini, pihak berwenang dianggap mengabaikan kewajiban hukumnya.
Jihan Fauziah Hamdi, anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, menjelaskan bahwa kebijakan pengabaian ini telah melanggar prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.
Keputusan ini juga berdampak pada ketidakpastian pemenuhan hak warga atas tempat tinggal yang layak. Akibatnya, banyak warga harus menghadapi kondisi sulit dan terlantar. Sementara pembangunan trotoar untuk gelaran Piala Dunia U-17 di sisi Barat JIS juga terancam gagal. (*/Dinda)
Tag
Berita Terkait
-
Kader Demokrat Minta Politisasi Jakarta International Stadium (JIS) Dihentikan: 'Cukup Piala Dunia U-20 Saja yang Gagal'
-
Erick Thohir Minta Polemik JIS Dihentikan Malah Kena Semprot Loyalis Anies Baswedan: 'Bicara Tidak Gunakan Data'
-
Cek Fakta: Akhirnya FIFA Jatuh Cinta Lihat Jakarta International Stadium (JIS), Karya Anak Bangsa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026