Otomotif / Motor
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:42 WIB
Servis gratis mesin tempel Yamaha. (Foto: KBA)
Baca 10 detik
  • HNSI Gunungkidul dan mitra swasta menggelar servis gratis mesin tempel bagi nelayan dalam peringatan Hari Nelayan 2026.
  • Program ini menargetkan perawatan 500 mesin Yamaha guna meningkatkan produktivitas serta menjamin keselamatan nelayan saat beraktivitas melaut.
  • Kegiatan tersebut juga mencakup edukasi teknis bagi nelayan untuk memperkuat sektor perikanan yang berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

Suara.com - Upaya memperkuat sektor maritim nasional kembali digaungkan melalui kegiatan Hari Nelayan 2026 di pesisir selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Karya Bahari Abadi atau KBA bersama CV Sentral Yanmar Prambanan menghadirkan program servis gratis mesin tempel Yamaha sebagai langkah nyata mendukung produktivitas dan keselamatan nelayan Indonesia.

Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Gunungkidul bersama Dinas Perikanan ini menjadi bagian dari gerakan kolaboratif antara pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan pelaku industri. 

Dalam program tersebut, KBA bersama CV Sentral Yanmar Prambanan menargetkan perawatan untuk sedikitnya 500 unit mesin tempel Yamaha milik nelayan. Layanan yang diberikan meliputi pengecekan menyeluruh, penggantian oli, pembersihan komponen, hingga penggantian busi dan edukasi perawatan mesin.

Langkah ini dinilai krusial mengingat mesin tempel merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung aktivitas melaut. Mesin yang tidak terawat berisiko menurunkan hasil tangkapan, meningkatkan biaya operasional, hingga membahayakan keselamatan nelayan di laut.

“Penguatan sektor perikanan tidak hanya soal hasil tangkapan, tapi juga kesiapan alat produksi nelayan. Melalui program ini, kami ingin memastikan nelayan bisa melaut dengan lebih aman dan efisien,” ujar perwakilan KBA, Sabtu (9 Mei 2026).

Selain servis gratis, kegiatan ini juga menghadirkan lomba konten kreatif dan lomba keterampilan teknis perawatan mesin tempel. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan, khususnya bagi nelayan tradisional.

Mengusung tema “Nelayan Tangguh, Laut Lestari, Ekonomi Bangkit”, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keberlanjutan ekosistem laut sebagai fondasi ekonomi maritim jangka panjang.

Sektor perikanan tangkap tetap menjadi tulang punggung ekonomi bagi jutaan masyarakat pesisir di tengah tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan teknologi.

Kolaborasi antara sektor swasta dan komunitas nelayan seperti yang dilakukan KBA dan CV Sentral Yanmar Prambanan dinilai menjadi salah satu model pendekatan yang efektif. Program ini diharapkan menciptakan ekosistem maritim yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan bagi ekonomi nasional.

Baca Juga: Jagoan Eropa Hadir untuk Hadang CB150R, Vixion dan MT-15: Harganya Pukul Telak Rival

Load More