Suara Denpasar - Polemik seputar tenda liar yang berada di pojok barat Jakarta International Stadium (JIS) kini menjadi sorotan publik.
Warga Kampung Bayam yang mendiami tenda-tenda darurat tersebut memilih untuk bertahan, sambil menanti kepastian janji mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Tenda liar ini telah berdiri selama berbulan-bulan di dekat JIS, menjadi simbol ketidakpastian yang dihadapi oleh warga Kampung Bayam.
Pembangunan Kampung Susun Bayam yang dijanjikan oleh pihak Jakarta Propertindo (Jakpro) dan dinyatakan resmi oleh Anies Baswedan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, seharusnya menjadi solusi bagi warga yang terdampak penggusuran untuk pembangunan stadion tersebut. Sayangnya hingga saat ini, warga belum mendapatkan kejelasan mengenai tempat tinggal mereka.
Permasalahan ini semakin rumit dengan mendekatnya waktu penyelenggaraan Piala Dunia U-17, yang salah satunya akan berlangsung di JIS.
Untuk memenuhi standar FIFA, sejumlah pembangunan infrastruktur dilakukan di sekitar stadion, termasuk fasilitas trotoar di sisi barat. Namun, tenda liar warga Kampung Bayam yang bertahan menjadi hal yang menimbulkan keprihatinan.
Warga Kampung Bayam menyatakan bahwa mereka belum mendapatkan izin untuk menempati Kampung Susun Bayam yang telah dibangun oleh Jakpro.
Salah satu warga mengungkapkan kegelisahannya terkait janji Anies Baswedan dan keberlanjutan pembangunan Kampung Susun Bayam. Meski peresmiannya telah dilakukan, nyatanya, warga masih belum mendapatkan tempat tinggal yang mereka harapkan.
“Yang saya inginkan ya tolong Pak Anies bagaimana caranya selesaikan masalahnya. Janjinya Pak Anies untuk warga Kampung Bayam itu bagaimana? Setelah peresmian kok Pak Anies kayaknya lepas tangan,” kata seorang warga yang tinggal di tenda liar dikutip dari YouTube Dot Co (15/8/2023).
Penggusuran yang dialami oleh warga Kampung Bayam tidak hanya mengancam hak-hak dasar mereka, tetapi juga menjadi perdebatan terkait tanggung jawab pemerintah.
Pihak Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) bersama warga telah mengajukan gugatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpro. Mereka menuntut agar hak-hak mereka diakui dan dipenuhi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.
Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jihan Fauziah Hamdi, menjelaskan bahwa ada kegagalan dalam memenuhi tanggung jawab hukum terhadap warga Kampung Bayam.(*)
Berita Terkait
-
Warga Ngotot Bertahan di Tenda Darurat, Pembangunan Trotoar di Luar JIS untuk Piala Dunia U-17 Terancam Gagal
-
Kader Demokrat Minta Politisasi Jakarta International Stadium (JIS) Dihentikan: 'Cukup Piala Dunia U-20 Saja yang Gagal'
-
Erick Thohir Minta Polemik JIS Dihentikan Malah Kena Semprot Loyalis Anies Baswedan: 'Bicara Tidak Gunakan Data'
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Minyak Sawit Jadi Primadona Ekspor Riau, Tiongkok Peminat Terbesar
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
50 Tahun Menanti, Warga Bumi Tridharma Jaksel Akhirnya Dapat Titik Terang Sertifikat Tanah
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN