Suara Denpasar - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, mengutarakan kekecewaannya terhadap kinerja wasit dan insiden tekel keras yang dialami oleh pemainnya, Muh Dzaky Asraf, dalam pertandingan melawan Persebaya.
Menurut Bernardo Tavares, tekel yang dilakukan oleh pemain Persebaya seharusnya berbuah kartu merah dan menjadi sorotan serius dalam kompetisi Liga 1 Indonesia.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Bernardo Tavares menunjukkan kepada media bukti video insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan wasit tidak tepat dan berbahaya, dan biasanya akan dihukum dengan kartu merah.
Meskipun ia mempertanyakan keputusan wasit, Bernardo menekankan bahwa hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh faktor tersebut.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menyuarakan kepedulian terhadap kualitas pengawasan dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa pelanggaran semacam ini harus mendapatkan perhatian lebih, dan harapannya adalah agar pelanggaran serupa mendapat perlakuan yang adil dan sesuai dengan aturan.
Bernardo juga memanfaatkan kesempatan untuk menyoroti performa timnya. Ia mengungkapkan bahwa PSM Makassar memiliki peluang yang lebih banyak dalam pertandingan tersebut, namun kurang efektif dalam mengkonversikannya menjadi gol.
Ia berharap agar para pemain meningkatkan akurasi dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang demi meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan mendatang.
Pemain PSM, Erwin Gutawa, juga ikut memberikan pandangannya terkait pertandingan tersebut. Meskipun mengakui usaha keras timnya, ia menyatakan bahwa faktor keberuntungan belum berpihak pada PSM dalam pertandingan tersebut.
Erwin menganggap bahwa timnya telah mengalami peningkatan dari musim sebelumnya dalam hal performa, namun perlu lebih berfokus pada efektivitas dalam mencetak gol.
Meski pertandingan berakhir dengan hasil yang tidak diharapkan, pernyataan Bernardo Tavares dan pemain PSM menegaskan komitmen mereka untuk terus berusaha dan memperbaiki kinerja tim demi mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Bekuk PSM Makassar hingga Lolos Degradasi, Manager Persebaya Siap Umumkan Pengganti Aji Santoso Awal September
-
Menang Lagi, Uston Nawawi Bawa Persebaya Surabaya Kalahkan PSM Makassar, Bonek Sentil Aji Santoso
-
Ancam Persija dan PSM Makassar, Ketum PSSI Erick Thohir Kena Semprot, 'Levelnya Masih Sekelas AFF'
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lapas Narkotika Gowa Dirusak Massa, Dituding Sarang Narkoba
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini
-
Kuliah S1 Psikologi, Dewi Perssik Pakai Jubah biar Tak Dikenali
-
Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Penebusan Dosa Sang Mantan Pecandu: Review Jujur Serial Fantasi Epik 'Agent from Above'
-
Luis de la Fuente Wanti-wanti Lamine Yamal Jelang Debut Piala Dunia, Apa Isinya?
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Dilema Kaum Rebahan di Tengah Gejolak Ekonomi: Chill atau Mulai Bergerak?