Suara Denpasar – Manajemen Persib Bandung mengambil tindakan pencegahan dengan mengingatkan suporternya untuk mematuhi regulasi suporter tim tamu dilarang hadir ke kandang lawan.
Hal itu dilakukan manajemen Persib agar terhindar dari sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI apabila ada suporternya yang nekat datang ke kandang PSIS Semarang.
Seperti diketahui Persib Bandung akan berhadapan dengan PSIS Semarang pada laga pekan ke-9 BRI Liga 1 2023-2024 di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah pada hari Minggu (20/8/2023) besok.
Dikutip dari laman resmi Persib Bandung, Vice President Operational PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Andang Ruhiat meminta pendukung timnya mematuhi regulasi yang telah ditetapkan PSSI tersebut.
Pria yang akrab disapa Andang itu meminta suporter timnya, Bobotoh dan Viking untuk menahan diri tidak melakukan away day ke Semarang guna menyaksikan laga PSIS vs Persib secara langsung di stadion.
“Bagi yang ingin mendukung Persib, sebaiknya tidak datang langsung ke Stadion Jatidiri, baik secara individu maupun berkelompok,” ujar Andang, Sabtu (19/8/2023).
“Untuk sementara dukungan bisa diberikan dengan doa dan menggelar nonton bareng saja,” imbuhnya.
Imbauan tersebut disampaikan manajemen Persib Bandung karena mereka tak ingin hanya karena ulah segelintir oknum suporter yang nekat melanggar regulasi tersebut membuat klub yang harus menanggung denda dari Komdis PSSI.
Selain itu, imbauan yang diberikan kepada suporter tim berjuluk Maung Bandung itu juga sebagai upaya mempercepat transisi pengelolaan sepak bola nasional yang sampai saat ini masih dipantau FIFA karena imbas dari insiden Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu yang merenggut ratusan korban jiwa.
Baca Juga: Jelang Kontra PSIS Semarang, Bobotoh Tegaskan Ini untuk Persib Bandung
Apalagi Persib juga pernah dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 25 juta dari Komdis PSSI setelah oknum suporter mereka kedapatan hadir di Stadion Brawijaya, Kediri saat laga melawan Persik Kediri.
Serta saat laga melawan Persis Solo pada 8 Agustus 2023 lalu. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Manager Hiburan Malam di Tanjungpinang Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi
-
Sebelum Umumkan Menikah dan Hamil, Adhisty Zara Sempat Mundur dari Sinetron karena Alasan Kesehatan
-
Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran
-
Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama
-
Penguatan Good Corporate Governance di BUMN Dinilai Mampu Tingkatkan Kinerja dan Akuntabilitas
-
Transformasi Tata Kelola BUMN Dinilai Positif dengan Perkuat GCG and Efisiensi
-
Dorong Efisiensi Korporasi, Tata Kelola BUMN Berbasis GCG Tuai Apresiasi
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
4 Zodiak yang Bakal Hidup Bahagia dan Enak di Masa Tua, Anda Termasuk?
-
Komitmen GCG dan Efisiensi BUMN Mendapat Dukungan dari Kalangan Pengamat