Suara Denpasar - Perkembangan zaman yang semakin masif mempengaruhi banyak perubahan dari berbagai aspek tatanan kehidupan masyarakat tidak terkecuali pada aspek pendidikan.
Merespons tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencetuskan kebijakan Merdeka Belajar yang diimplementasikan dalam bentuk Kurikulum Merdeka Belajar.
Kebijakan tersebut menuntut lembaga pendidikan atau sekolah mereformasi sistem pengajaran dan pembelajaran yang memfokuskan pada kebebasan peserta didik dalam mengembangkan potensi.
Munculnya Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim adalah upaya sekaligus solusi dalam pencipataan SDM kompeten.
Tetapi pada kenyataannya setiap institusi pendidikan merasa kewalahan atas adanya kurikulum yang baru tersebut, mengingat banyaknya istilah-istilah baru serta adanya penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Melihat permasalahan yang dihadapi praktisi sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar serta pemahaman akan konsep P5.
Tim pengabdian masyarakat Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai Dr. Sunarni, S.Pd., M.Pd mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema “penerapan supervisi akademik dalam implementasi kurikulum merdeka belajar” pada hari Selasa (27/6/2023) beberapa waktu lalu.
Kegiatan pelatihan tersebut juga melibatkan akademisi lainnya dari UM yakni Dr. Raden Bambang Sumarsono, M.Pd, Prof. H. Burhanuddin, M.Ed., Ph.D., dan Wildan Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.
Tim pengabdian masyarakat UM menggandeng SD Negeri Polehan 5 Kota Malang sebagai mitra dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Baca Juga: Wonderkid Timnas Indonesia Pratama Arhan dan Azizah Salsha Sah Jadi Pengantin Baru Hari Ini
Kegiatan pelatihan tersebut juga menghadirkan Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Besar Guru Penggerak Jawa Timur yakni Istiqomah, S.Pd., M.Pd, sebagai narasumber terkait impelementasi kurikulum merdeka belajar.
Sunarni mengatakan bahwa pelatihan yang diberikan adalah sebagai upaya perguruan tinggi untuk membantu kepala sekolah dalam memberikan supervisi kepada guru terutama untuk menyikapi kurikulum merdeka saat ini.
“Kepala sekolah harus senantiasa men-charging keilmuannya terutama untuk menyikapi perubahan kurikulum serta menjadi pioner perubahan bagi guru-guru agar kurikulum merdeka dapat diimplementasikan secara maksimal,” papar Sunarni.
Sebagai praktisi, Istiqimah sebagai guru penggerak yang bisa dibilang memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam merencanakan dan mengelola kurikulum merdeka belajar.
Mengatakan bahwa perlu adanya persiapan yang matang sebelum mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar.
“Kesiapan kepala sekolah dalam memahami konsep, komponen-komponen, serta asesment dalam kurikulum merdeka belajar menjadi faktor utama dalam upaya menyukseskannya,” ujar Istiqomah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Hanya Budaya, Kerja Sama Jateng dan International Zheng He Society Merambah Investasi
-
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II/2026 di BPSDM Jatim, Tegaskan Kepemimpinan Inovatif
-
Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
-
Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda
-
PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan
-
Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun