Suara Denpasar – Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 hingga 2022 kemarin banyak memengaruhi hampir di setiap bidang kehidupan manusia.
Salah satu negara yang cukup besar mengalami dampak dari tersebarnya Covid-19 adalah Indonesia.
Bidang pendidikan menjadi salah satu yang cukup terpengaruh oleh mewabahnya virus tersebut. Banyak sekolah-sekolah yang harus diliburkan atau dengan cara learning from home (belajar dari rumah).
Hal tersebut dilakukan karena adanya antisipasi pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan berupa pembatasan sosial agar menekan lajunya penyebaran covid-19 di tanah air.
Mengatasi situasi pendidikan yang terbatas tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim melakukan penyederhaan kurikulum, yang disebut kurikulum darurat, untuk mencegah ketertinggalan pembelajaran masa covid-19 yang lalu.
Searah dengan hal tersebut, Nadiem meluncurkan program Merdeka Belajar Episode ke-15, yang lebih fleksibel, fokus pada materi yang esensial. Program ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta aplikasi ini juga memfasilitasi para guru untuk mengembangkan di bidang pengajaran dan praktik baik.
Secara bertahap, pemerintah berperan dalam membantu setiap satuan pendidikan untuk bersiap diri menggunakan kurikulum merdeka. Hal ini dilakukan agar pemuihan pembelajaran lebih cepat tercapai.
Berbagai pihak pun mendukung langkah inovasi pendidikan tersebut. Salah satunya datang dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
“Saya yakin kurikulum ini mampu mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa serta memberi ruang yang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar,” ujarnya.
Baca Juga: Kejari segera Tetapkan Tersangka Korupsi Covid-19 di Purwakarta, AB Anne Ratna Tersangkut?
Dukungan lainnya juga datang dari Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI), Danang Hidayatullah.
“Kita harus sama-sama bergerak dan menggerakkan adanya pemerataan dan penyelarasan dari perubahan ini," terangnya.
Dengan ini, guru harus mengambil peran dan kesempatan ini agar bisa menyelaraskan perubahan.
Di dalam kurikulum merdeka sendiri, begitu banyak tersedia akses bagi guru dan kepala sekolah untuk mengembangkan diri, menambah wawasan baru khususnya dunia pendidikan. Hal-hal yang bisa diakses diantaranya perangkat bahan ajar, modul, buku teks serta berbagai pelatihan dan masih banyak lagi manfaat lainnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut