Suara Denpasar - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Bali, Anggiat Napitupulu mengatakan saat ini Persentase deportasi terhadap warga negara asing (WNA) menurun.
Hal tersebut disampaikan Anggiat usai menggelar apel bendera sekaligus upacara ulang tahun Kemenkumham RI ke-78 di halaman Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar, Senin (21/8/2023).
Anggiat menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan karena adanya kesadaran WNA terhadap apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di Bali. Terutama setelah adanya surat edaran Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2023 tentang panduan wisata Do and Don't.
"Dengan diberlakukannya Do and Don't bagi warga negara asing sebagai turis yang ada di Bali memang ada penurunan pelanggaran, bisa kita lihat dari presentasinya," terang Anggiat.
Anggiat membandingkan, pada semester I periode Januari sampai Juni 2023, banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh WNA. Namun setelah diluncurkan buku panduan wisata Do and Don't pelanggaran terhadap norma-norma adat dan budaya Bali menurun drastis.
"Januari sampai sekarang yang kita telah deportasi itu lebih dari 206 orang tetapi yang kita deportasi dari 1 Juli sampai dengan sekarang itu kurang dari 10 orang yang terdeportasi."
"Ada penurunan karena memang kita cukup besar kampanyekan (Do and Don't) saat mereka (WNA) datang," kata Anggiat.
Namun begitu Anggiat mengatakan masih ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh WNA di Bali. Tapi pelanggaran terhadap norma sudah sangat menurun. Beberapa pelanggaran itu murni pelanggaran keimigrasian, seperti overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.
"kalau pelanggaran yang sekarang kita temukan, murni pelanggaran keimigrasian kebanyakan yaitu overstay dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggalnya," tandasnya.
Baca Juga: Kartu Merah Disebut Thomas Doll Merubah Skenario Persija Merebut Tiga Poin dari Arema FC
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional