Suara Denpasar - Dalam persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U-23 dan FIFA Matchday September 2023, PSSI memanggil total 51 pemain untuk mewakili Timnas Indonesia dalam dua tingkatan, yaitu U-23 dan Senior. Namun, hanya satu individu yang memiliki tanggung jawab ganda dalam dua tim tersebut.
Dari total 51 pemain yang dipanggil, 27 nama diantaranya adalah pemain U-23 yang berasal dari berbagai kompetisi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dengan perpaduan antara talenta lokal dan pengalaman internasional, pemain-pemain timnas U-23 seperti Pratama Arhan (Tokyo Verdy), Rafael William Struick (Ado Den Haag), Elkan William Tio Baggott (Ipswich Town), Marselino Ferdinan (KMSK Deinze), dan Ivar Jenner (FC Utrecht) diharapkan dapat membawa semangat dan kualitas dalam persaingan.
Sementara 24 pemain timnas senior dipanggil untuk pertandingan FIFA Matchday bulan September 2023. Pertarungan melawan Turkmenistan yang dijadwalkan pada tanggal 8 September di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, akan menjadi pertandingan yang menentukan bagi timnas senior Indonesia.
Pemain-pemain berpengalaman seperti Asnawi Mangkualam (Jeongnam Dragons), Sandy Walsh (KV Mechelen), Jordi Amat (Johor Darul Ta'zim), Shayne Pattynama (Viking FK), dan Saddil Ramdani (Sabah FC) dipanggil untuk perkuat timnas.
Semua nama yang dipanggil tersebut, dipastikan PSSI tidak ada yang mempunyai tugas ganda atau double job. Nyatanya ada satu nama mencuat sebagai figur yang memiliki tanggung jawab ganda, yaitu coach Shin Tae Yong.
“Tidak ada yang bolak-balik, jadi siapa yang senior ya senior terus, siapa yang di U-23 ya di U-23 terus. Paling yang bolak-balik hanya saya," kata Shin Tae Yong dikutip dari akun IG @gozipbola.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, akan memiliki peran krusial dalam mengurus kedua tim dengan level yang berbeda.
Dengan pemahaman taktis yang mendalam dan pandangan holistik atas sepak bola Indonesia, Shin Tae Yong akan memainkan peran sentral dalam memotivasi, membimbing, dan mengelola kedua skuad. (*/Dinda)
Baca Juga: 5 Fakta Guru SMP di Lamongan Gunduli Siswi karena Tak Pakai Ciput, Korban Alami Trauma
Berita Terkait
-
Suami Dipanggil Timnas, Azizah Salsha Bocorkan Jadwal Kepulangan Pratama Arhan ke Indonesia?
-
Batal Bela Timnas Indonesia, Harga Bek Tangguh Persija Kian Mahal, Kalahkan Bek Asing Persib Bandung dan Persebaya
-
Beda Nasib Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia, Padahal Dulunya Abroad Bersama
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Varietas The Golden Age Tayang Agustus, Sulap Kota Kecil Lewat Proyek Unik
-
Dipimpin Ariel NOAH, Film Dilan ITB 1997 Gelar Touring Motor Jakarta - Bandung
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 April 2026: Trik Gacha Pengejar Mimpi UEFA Dapat Pemain 117
-
Berakhir Ricuh, Polisi Halau Mundur Massa Aksi 21 April di Kantor Gubernur Kaltim
-
Jangan Cuma Jual LPG! Yuk, Gabung Jadi Agen BRILink di Toko Anda
-
Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Sengit! Dominasi ITB dan IPB di Bursa Rektor Itera: Ini 3 Nama Kandidat
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar