Suara Denpasar - Mantan gelandang Timnas Indonesia senilai Rp3,04 miliar mengakui bahwa dirinya menolak tawaran dari sejumlah klub di Indonesia baik itu Liga 1 maupun Liga 2.
Eks pemain Timnas Indonesia senilai Rp3,04 miliar yang dimaksud tersebut adalah Zulfiandi.
Zulfiandi melalui akun Instagram pribadinya menginformasikan bahwa dirinya bersyukur pada musim 2023/2024 ini mendapat tawaran baik dari klub Liga 1 maupun Liga 2.
“Alhamdulillh tawaran kerjasama itu ada kepada saya baik Liga 1 maupun Liga 2,” demikian keterangan yang ditulis pemain yang pernah memperkuat Madura United tersebut.
Hanya saja, pemain berusia 28 tahun itu lebih memilih untuk berhenti sementara dari karir sepakbola.
Hal itu lantaran, mantan anak asuh Luis Milla di Timnas Indonesia itu karena ingin menjaga dan merawat sang ibu yang sedang sakit. Menurutnya hal itu merupakan bentuk bakti dirinya kepada sang ibu.
“Saya memutuskan untuk berhenti sementara dari karir sepakbola karena beberapa alasan diantaranya karena kondisi ibu saya yang sedang sakit,” tulisnya.
Tidak hanya itu, Zulfiandi juga menyebut alasan lainnya berhenti sementara dari dunia sepakbola karena ingin menikmati momen bersama keluarga kecilnya. Teruntuk anaknya, ia ingin menikmati waktu bersama, melihat tumbuh kembang serta memiliki waktu untuk antar-jemput sang buah hati.
“Alhamdulillah kesempatan seperti ini bagi saya adalah sebuah kenikmatan dari Allah,” lanjutnya sembari menyebut bahwa setiap orang memiliki prinsip yang berbeda-beda. Terpenting buatnya bagaimana bisa saling menghargai satu dengan lainnya.
Dalam unggahannya tersebut, Zulfiandi juga menyampaikan permintaan maafnya kepada rekan-rekannya karena tidak sempat membalas pesan, sekaligus mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang telah diberikan kepadanya.
Dikutip melalui transfermarkt, selain Madura United, Zulfiandi juga pernah memperkuat sejumlah klub besar di Indonesia diantaranya Bali United dan Bhayangkara FC. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim