- Prinsip Feng Shui menyarankan pembuangan benda rusak seperti jam mati, tanaman kering, serta barang pecah untuk menghindari energi negatif.
- Menghindari barang dengan kenangan buruk dan objek tajam penting dilakukan guna mencegah hambatan pada aliran energi positif penghuni.
- Menjaga kebersihan ruang dari benda-benda tersebut bertujuan meningkatkan keberuntungan, kesehatan, serta keharmonisan dalam lingkungan tempat tinggal sehari-hari.
Suara.com - Feng Shui, seni kuno dari Tiongkok dalam mengatur aliran energi (chi) di ruang hidup, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran mengalir lancar.
Menurut prinsip ini, beberapa barang sehari-hari justru bisa menghambat chi positif dan malah mendatangkan energi stagnan atau negatif.
Berikut lima barang yang sebaiknya dihindari atau segera dibuang dari rumah agar tidak membawa sial.
1. Jam Rusak atau Berhenti
Jam dinding yang mati dan tidak pernah diperbaiki menjadi salah satu benda yang dipercaya bisa membawa sial.
Simbol waktu yang mandek ini dianggap menghentikan aliran rezeki dan peluang. Rumah dengan jam rusak sering dikaitkan dengan kehidupan yang stagnan, karir mandek, atau hubungan yang tidak berkembang.
Lebih baik ganti dengan jam yang berfungsi baik atau hilangkan sama sekali jika tidak perlu.
2. Tanaman Mati, Kering, atau Kaktus
Tanaman melambangkan kehidupan dan pertumbuhan. Ketika daun mengering atau mati, ia justru memancarkan energi kematian dan kemunduran.
Baca Juga: Bikin Tenang, Ini 5 Cara Menata Rumah Menurut Feng Shui untuk Hempas Cemas dan Stres
Kaktus dengan duri tajamnya juga dihindari karena dianggap menciptakan “panah racun” yang memecah keharmonisan di dalam rumah..
Ganti dengan tanaman hijau segar yang memiliki daun bulat dan lembut untuk mendatangkan chi positif dan vitalitas.
3. Barang Pecah, Retak, atau Rusak yang Tidak Diperbaiki
Piring retak, cermin pecah, atau furnitur yang sudah rusak bukan hanya jelek secara estetika.
Dalam Feng Shui, benda-benda ini melambangkan kekurangan, kemiskinan, dan kerapuhan hidup.
Energi ini bisa memengaruhi kesehatan keluarga dan kestabilan finansial. Jika sudah tidak bisa diperbaiki, segera buang agar energi baru bisa masuk.
4. Barang Bekas dengan Kenangan Buruk
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
-
Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?
-
Harga Paket Nonton Piala Dunia 2026 di Folaplay, Gratis Pakai Internet Rakyat
-
Kapan Masuk Sekolah Ajaran Baru 2026? Ini Jadwal Resmi Kalender Pendidikan
-
Harga Paket Nonton Piala Dunia 2026 di MAXStream, Mulai Rp 25 Ribu Bisa Nonton Sepuasnya!
-
Masih Pakai TV Analog atau Tabung? Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Gambar Jernih
-
FolaPlay Punya Siapa? Aplikasi Streaming Piala Dunia 2026 Banjir Keluhan di Play Store
-
Kenapa Weton Tulang Wangi Tidak Boleh Keluar saat Malam 1 Suro? Ahli Spiritual Beri Peringatan!
-
Nikmati Kuliner Tempo Dulu di Batavia Heritage Feast Jakarta
-
4 Cushion dengan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Hasilnya Bikin Wajah Glowing