Suara Denpasar - Rumor kepindahan bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, ke Suwon FC berembus dalam beberapa hari terakhir.
Suwon FC yang merupakan klub K1 atau divisi utama Liga Korea Selatan, dikabarkan serius meminang Pratama Arhan.
Saat ini Pratama Arhan masih berstatus sebagai pemain klub Jepang, Tokyo Verdy.
Namun, muncul sebuah kekhawatiran bahwa keberminatan Suwon FC terhadap Pratama Arhan cuma akan dijadikan kepentingan untuk objek pemasaran.
Kekhawatiran ini timbul setelah melihat karier Arhan di klubnya saat ini, Tokyo Verdy yang sangat jarang memberikannya kesempatan bermain.
Padahal, popularitas Tokyo Verdy melonjak tinggi, terutama akun-akun media sosialnya, sejak Arhan bergabung.
Seperti diketahui, para pecinta bola Tanah Air begitu militan di media sosial, sehingga berdampak pada akun-akun klub luar negeri yang di dalamnya diperkuat pemain dari Indonesia.
Ironisnya, Arhan sejak bergabung dengan Tokyo Verdy pada 2022 lalu, hanya baru mendapat 4 kali kesempatan bermain.
Hal ini yang kemudian memunculkan tuduhan bahwa klub Jepang tersebut tidak "membalas budi" support dari netizen Indonesia yang sudah mem-follow akun Instagram mereka.
Baca Juga: Kabar Gembira Buat Bonek, Persebaya Masih Bisa Menjamu Persib Bandung di GBT
Hal ini yang kembali ditakutkan menimpa Arhan sesampainya di Suwon FC.
Bahkan, seorang pengamat asing asal Amerika Serikat, Ben Griffs merasa cemas akan rumor tersebut.
Menurutnya, Suwon FC berencana mendongkrak pemasaran dan kinerja dengan merekrut Arhan.
“Bagaimana jika Arhan hanya sekedar alat pemasaran seumur hidupnya?" tulis Griffs lewat akun Twitter/X pribadinya, @BeGriffs, Rabu (27/9/2023).
Menanggapi kekhawatiran ini, netizen Indonesia mengambil ancang-ancang untuk tidak main barbar dengan langsung mem-follow klub manapun yang nantinya menggaet pemain Indonesia, belajar dari kasus Tokyo Verdy.
"Makanya lu semua ga ush norak pada follow akun si tokyo verdy lah si suwon lah, lu klo mau stalk ga ush follow juga lah lu cari aja di ig di search," tulis akun bernama rzky7483 di kolom komentar postingan Instagram @viralbola.
"Cuma pantau,jangan di follow2 dulu akun mereka... Biarin aja seperti saat arhan belum datang... Kita liat dari jauh, apakah marketing atau serius karena talenta... Nanti kalo arhan udah sering starter dan jadi peran penting tim, baru ramai2 dukung follow sebagai bentuk apresiasi bukan karena kepo lagi" sahut netizen lain bernama @yaksklptr.
"pemain sekelas Arhan ini tidak seharusnya lagi menjadi alat pemasaran, dia di Timnas itu salah satu pilar utama, dimana2 yang namanya pilar utama Timnas itu adalah pilihan utama juga di club" tulis akun bernama harun_al_rasyid_selano.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati