Suara Denpasar - Usai kalah dari Uzbekistan di babak 16 besar Asian Games 2022, Indra Sjafri malah disuruh agar jabatannya dinaikkan menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior.
Diketahui, Indra Sjafri saat ini memegang kendali di Timnas Indonesia U-24 Asian Games 2022, tetapi tugas dia sebenarnya adalah sebagai nahkoda Tim U-20 dan Direktur Teknik PSSI.
Tetapi, selepas laga melawan Uzbekistan, di mana Timnas Indonesia U-24 kalah 0-2 dari Uzbekistan, warganet menyuruh PSSI mengangkat Indra Sjafri jadi pelatih Tim Senior.
Komentar itu terlontar di unggahan Instagram @timnas.indonesia, Kamis, (28/9/2023). Salah seorang netizen menyebut Indra agar menggantikan Shin Tae-yong.
"Naikan jabatan Indra Sjafri jadi Pelatih Timnas Senior," ketik akun @akmlmysf.
Usai menelan pil pahit dari Uzbekistan, banyak reaksi diungkap oleh sejumlah warganet. Beberapa ada yang menyoroti strategi milik Indra.
"Hebat sekali coach indra membuat strategi tidak hanya membingungkan lawan tapi juga membingungkan negara sendiri," ketik @riooagstn17.
Dengan kekalahan ini, Timnas U-24 tentunya resmi tersingkir dari turnamen Asian Games cabang olahraga sepakbola 2022.
Torehan ini mengulang kejadian saat Asian Games 2018, kala itu Timnas yang dipimpin oleh Luis Milla juga kalah di babak 16 besar.
Namun, saat 2018, Timnas kalah dengan adu tendangan penalti, sementara pada 2022, Garuda Muda harus kebobolan dua gol di babak perpanjangan waktu.(*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional