Suara Denpasar - Langkah Timnas Indonesia dalam mengukir sejarah terpaksa berhenti di babak 16 besar.
Tim Garuda merasakan kekalahan 0-2 dari Uzbekistan pada Kamis (28/9/2023), di Stadion Shangcheng Sports Centre.
Timnas Indonesia mendapat tekanan yang luar biasa saat menghadapi Uzbekistan dalam pertandingan.
Melansir dari suara.com pada Jumat (29/9/2023), skuad merah putih susah payah membangun serangan dan menembus pertahanan lawan.
Indonesia sempat mencetak sebuah gol di babak tambahan kedua, sayang dianulir oleh wasit.
Hal ini dikarenakan posisi Ramadhan Santana dianggap offside.
Performa yang tidak totalitas menjadi bahan rujakan netizen di jagat maya, meskipun banyak juga yang mengapresiasi kerja keras Tim Garuda.
Meskipun kalah, perjuangan Timnas Indonesia patut diapresiasi.
Berikut 3 alasan yang membuat perjuangan Timnas Indonesia layak dipuji meski angkat koper dari Asian Games 2022.
Baca Juga: Profil Justin Mathieu, Pemain Asal Belanda yang Disebut Menjadi Incaran PSSI
1. Bukan Kompetisi Utama
Seperti yang kita tahu bahwa Asian Games bukan bagian dari kalender resmi FIFA, sehingga tidak bisa dianggap sebagai kompetisi utama.
Meskipun bukan kompetisi utama, Timnas Indonesia berjuang keras memberikan performa terbaik meskipun harus tumbang.
Kompetisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh pemain untuk menambah pengalaman dan mengasah mental mereka.
2. Menjadi pembelajaran untuk Piala Asia
Meskipun kalah, pengalaman bertanding di Asian Games 2022 dapat menjadi modal pembelajaran untuk Piala Asia U-23 2023.
Atmosfer tingkat persaingan serta lawan di Piala Asia U-23 2024 disinyalir sama atau lebih tinggi.
Kekalahan Tim Garuda bisa menjadi evaluasi bagi tim, pelatih, dan pihak terkait untuk tampil lebih maksimal di Piala Asia U-23 2024.
3. Persiapannya Mepet
Persiapan Timnas Indonesia bisa dibilang mepet dalam Asian Games 2022 kali ini.
Bahkan daftar pemain yang bakal bertanding malah belum final beberapa jam sebelum bertolak ke China.
Hal ini dikarenakan klub-klub tempat dimana skuad merah putih merumput kompak tidak mau melepas pemain mereka.
Kendala lainnya adalah kurangnya waktu latihan dan pertandingan uji coba untuk mengasah kemampuan pemain agar menjadi lebih baik lagi.
Meskipun kalah, perjuangan Timnas Indonesia kali ini layak dipuji karena mereka sudah berusaha keras sepanjang laga.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil