- Ekonomi Asia dan Indonesia diperkirakan membaik pada Tahun Kuda Api 2026 seiring meredanya tekanan suku bunga global.
- Investor disarankan memilih aset berfundamental kuat dan memanfaatkan momentum suku bunga dengan strategi masuk pasar bertahap.
- Keputusan investasi wajib menghindari emosi, FOMO, serta perlu memadukan strategi ekonomi dengan disiplin tinggi.
Suara.com - Memasuki Tahun Kuda Api 2026, investor diingatkan untuk tidak bersikap pasif, dan tidak menghindari spekulasi tanpa arah.
Ekonom Senior Allianz Global Investors, Christiaan Tuntono, menyampaikan bahwa ekonomi Asia, termasuk Indonesia akan membaik. Hal ini ditunjukkan dengan gejolak pasar keuangan mereda.
"Di tengah memasuki fase peluang seiring meredanya tekanan suku bunga, meski volatilitas pasar belum sepenuhnya hilang," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Sementara itu, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang, menggambarkan Tahun Kuda Api sebagai periode dengan energi besar yang menuntut keputusan cepat, fokus, dan disiplin.
"Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali. Padukan strategi ekonomi modern dengan wawasan Feng Shui untuk membuat keputusan investasi yang cerdas dan seimbang," bebernya.
Menggabungkan pandangan ekonomi makro dan perspektif Feng Shui, berikut sejumlah tips investasi yang dinilai relevan untuk 2026:
1. Pilih Aset Berfundamental Kuat
Pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 diperkirakan bersifat selektif. Tidak semua sektor akan bergerak naik secara bersamaan.
Investor disarankan memilih instrumen atau bisnis dengan fundamental kuat, arus kas jelas, serta model bisnis yang dipahami.
Baca Juga: Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) disebut masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai pusat inovasi Asia dan Eropa.
2. Manfaatkan Momentum Suku Bunga Secara Bertahap
Menurut Christiaan, real interest rate di Indonesia mulai bergerak ke arah yang kurang restriktif. Kondisi ini membuka peluang investasi di pasar keuangan maupun sektor riil.
Namun, investor diimbau tidak terburu-buru. Strategi yang disarankan antara lain masuk ke pasar secara bertahap, melakukan diversifikasi portofolio, serta menjaga likuiditas guna memanfaatkan peluang saat terjadi koreksi pasar. Penentuan waktu (timing) disebut menjadi faktor krusial pada 2026.
3. Asia dan Indonesia Masih Menarik dalam Jangka Menengah
Outlook Allianz Global Investors menilai fundamental pertumbuhan Asia tetap kuat meski dibayangi tekanan kebijakan perdagangan global.
Pasar berkembang seperti India, ASEAN, dan China dinilai memiliki basis konsumsi besar, ditopang urbanisasi dan digitalisasi yang terus berkembang.
Untuk Indonesia, sejumlah lembaga seperti MSCI dan Moody's menyoroti risiko kebijakan dan isu tata kelola yang memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi domestik diproyeksikan tetap moderat dengan dukungan konsumsi domestik, struktur demografi yang relatif menguntungkan, serta defisit fiskal dan rasio utang yang tergolong rendah.
Dalam perspektif Feng Shui, kondisi tersebut diibaratkan sebagai “tanah yang cukup kuat untuk menahan api”, yang berarti peluang tetap terbuka selama langkah yang diambil tidak berlebihan.
4. Hindari Keputusan Emosional dan FOMO
Angelina menekankan bahwa energi Tahun Kuda Api berpotensi memicu optimisme berlebihan hingga ego dalam pengambilan keputusan. Investor diminta menghindari keputusan berbasis emosi atau sekadar mengikuti tren (fear of missing out/FOMO).
Ia menyarankan agar investor memahami risiko secara menyeluruh, menetapkan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal, serta menjaga disiplin dalam menjalankan strategi.
5. Pebisnis Perlu Fokus pada Eksekusi
Bagi pelaku usaha, investasi pada 2026 tidak selalu berbentuk produk keuangan. Tahun ini dinilai tepat untuk memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses kerja, serta penguatan tim dan kepemimpinan.
Baik dari sudut pandang ekonomi maupun Feng Shui, 2026 disebut sebagai tahun yang menuntut konsistensi dan realisasi nyata, bukan sekadar perencanaan besar tanpa tindak lanjut.
6. Seimbangkan Keberanian dan Perlindungan
Tahun Kuda Api identik dengan keberanian, namun tetap membutuhkan keseimbangan.
Dalam konteks investasi, prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam portofolio terdiversifikasi, perlindungan dasar seperti asuransi dan dana darurat, serta disiplin melakukan rebalancing secara berkala.
“Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali,” demikian kesimpulan yang disampaikan dalam acara tersebut.
Investor didorong memadukan strategi ekonomi modern dan wawasan Feng Shui guna mengambil keputusan yang cerdas dan seimbang.
Berita Terkait
-
Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat eFishery
-
Utang Pemerintahan Prabowo Meroket ke Rp9.637 Triliun
-
Purbaya Minta Publik Tak Banyak Protes MBG, Klaim Dibutuhkan Masyarakat
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara
-
Buru Peluang Cuan! Pameran Franchise Terbesar IFBC 2026 Hadir di ICE BSD
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Viral Nasabah Susah Narik Uangnya di Tabungan, BCA Digital Buka Suara
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas