Bisnis / Keuangan
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi investasi (Pexels.com)
Baca 10 detik
  • Ekonomi Asia dan Indonesia diperkirakan membaik pada Tahun Kuda Api 2026 seiring meredanya tekanan suku bunga global.
  • Investor disarankan memilih aset berfundamental kuat dan memanfaatkan momentum suku bunga dengan strategi masuk pasar bertahap.
  • Keputusan investasi wajib menghindari emosi, FOMO, serta perlu memadukan strategi ekonomi dengan disiplin tinggi.

Suara.com - Memasuki Tahun Kuda Api 2026, investor diingatkan untuk tidak bersikap pasif, dan tidak menghindari spekulasi tanpa arah.

Ekonom Senior Allianz Global Investors, Christiaan Tuntono, menyampaikan bahwa ekonomi Asia, termasuk Indonesia akan membaik. Hal ini ditunjukkan dengan gejolak pasar keuangan mereda.

"Di tengah memasuki fase peluang seiring meredanya tekanan suku bunga, meski volatilitas pasar belum sepenuhnya hilang," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Sementara itu, Co-Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang, menggambarkan Tahun Kuda Api sebagai periode dengan energi besar yang menuntut keputusan cepat, fokus, dan disiplin.

"Tahun 2026 adalah tahun untuk melangkah maju dengan percaya diri, namun tetap dengan kendali. Padukan strategi ekonomi modern dengan wawasan Feng Shui untuk membuat keputusan investasi yang cerdas dan seimbang," bebernya.

Menggabungkan pandangan ekonomi makro dan perspektif Feng Shui, berikut sejumlah tips investasi yang dinilai relevan untuk 2026:

1. Pilih Aset Berfundamental Kuat

Pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 diperkirakan bersifat selektif. Tidak semua sektor akan bergerak naik secara bersamaan.

Investor disarankan memilih instrumen atau bisnis dengan fundamental kuat, arus kas jelas, serta model bisnis yang dipahami.

Baca Juga: Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok

Sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) disebut masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai pusat inovasi Asia dan Eropa.

2. Manfaatkan Momentum Suku Bunga Secara Bertahap

Menurut Christiaan, real interest rate di Indonesia mulai bergerak ke arah yang kurang restriktif. Kondisi ini membuka peluang investasi di pasar keuangan maupun sektor riil.

Namun, investor diimbau tidak terburu-buru. Strategi yang disarankan antara lain masuk ke pasar secara bertahap, melakukan diversifikasi portofolio, serta menjaga likuiditas guna memanfaatkan peluang saat terjadi koreksi pasar. Penentuan waktu (timing) disebut menjadi faktor krusial pada 2026.

3. Asia dan Indonesia Masih Menarik dalam Jangka Menengah

Outlook Allianz Global Investors menilai fundamental pertumbuhan Asia tetap kuat meski dibayangi tekanan kebijakan perdagangan global.

Load More