- Pameran 'Resonansi' hadirkan kolaborasi seniman dari berbagai kota besar Indonesia.
- Karya seni rupa mengajak audiens merasakan getaran emosi dan pengalaman batin.
- Pameran berlangsung 14-24 Februari 2026 di Sancaya Art Space, Depok.
Suara.com - Sancaya Art Space menggelar pameran seni rupa bertajuk ‘Resonansi’, yang akan berlangsung pada 14–24 Februari 2026 di galeri Sancaya, Bellevue Mall Cinere, Depok. Pameran ini menjadi sebuah perayaan ekspresi kreatif yang menghadirkan kolaborasi karya seni visual—mulai dari lukis, patung, hingga instalasi—dari para seniman ternama.
Sesuai tajuknya, 'Resonansi' mengusung gagasan tentang getaran emosi, pengalaman, dan ide yang terjalin melalui medium seni. Setiap karya yang dipamerkan menjadi gema dari perjalanan batin sang seniman, sekaligus mengundang audiens untuk merasakan keterhubungan yang melampaui batas-batas visual.
Lukisan-lukisan dengan warna dramatis, patung yang menyuarakan bentuk-bentuk simbolis, dan instalasi interaktif akan berpadu membentuk sebuah ruang dialog yang intim antara karya dan pengunjung.
Penulis Mahmud Elqadrie menjelaskan makna di balik pameran ini. Resonansi Adalah ruang di mana seni tidak hanya dipandang, tetapi juga dirasakan. Setiap karya adalah gema dari pengalaman batin yang berbeda, tapi bersama-sama membentuk harmoni yang bisa menyentuh siapa saja yang melihatnya.
"Dari sinilah bahasa estetik terhubung yang menyiratkan pesan makna yang hendak ditafsirkan audiensnya. Relasi inilah yang hendak dinegosiasikan pada kehidupan yang diikhtiarkan mampu menjadi pencerahan,” ujar Elqadrie dalam keterangannya.
Mewakili para seniman, Lidwina Riestanti, salah satu peserta pameran dari Yogyakarta, menambahkan harapannya. Resonansi menjadi kesempatan untuk membiarkan karya berbicara bukan hanya kepada mata tetapi juga kepada hati.
"Harapan dari pameran seni rupa ini tak hanya menyuguhkan karya secara visual tetapi juga sebagai ruang dialog dan ruang kotemplatif untuk para seniman maupun tamu pengunjung pameran,” tuturnya.
Pameran 'Resonansi' ini merupakan buah kolaborasi seniman dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Adapun nama-nama seniman yang turut berpartisipasi adalah:
- Ambar Pranasmara
- Ary Kurniawan
- Bambang Harnawa
- Celena Aline Setioko
- Erika Enda Ginting
- Evy Desiyanti Eivi
- Hardanisa Kumaratri
- Heri Pe
- Hery Sudiono
- Lidwina Riestanti
- Sohieb Toyaroja
- Vincent Prijadi Purwono
- Yayas Syahdu
- Yusup Dilogo
Baca Juga: Salah Baca Aura
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK