Suara Denpasar- Usai laga Timnas Indonesia melawan Uzbekistan, Hugo Samir sempat mendapat tindakan rasisme.
Kejadian berawal saat Hugo Samir mendapatkan kartu merah saat laga 16 besar Asian Games 2022 melawan Uzbekistan beberapa waktu lalu.
Dikabarkan Hugo Samir mendapatkan serangan rasis dari banyak netizen usai pertandingan Asian Games 2022 kemarin.
Beberapa netizen menganggap kekalahan Timnas Indonesia disebabkan oleh Hugo Samir saat melawan Uzbekistan pada Kamis (28/9/2023) .
Insiden terjadi saat Hugo Samir berperan sebagai pemain pengganti pada menit ke 85, dirinya mendapat kartu kuning di menit normal.
Kemudian terlibat insiden dengan pemain asal Uzbekistan, Makhmudjon Makhmadjonov yang akhirnya membuat dirinya mendapat kaetu kuning kedua dan terpaksa dikeluarkan dari arena.
Banyak netizen beranggapan bahwa tindakan kartu merah yang didapatkan oleh Hugo Samir merugikan Timnas Indonesia.
Serta para netizen juga turut menyoroti Hugo Samir yang tidak mampu mengontrol emosinya yang berdampak negatif kepada timnya.
Alhasil Hugo Samir pun menjadi sasaran hujatan kebencian netizen. Banyak dari mereka yang menyerang Instagram Hugo Samir karena dianggap menyusahkan tim.
Baca Juga: Dihujat, Pemain Timnas Indonesia Hugo Samir Langsung 'Bungkam' Netizen
Hugo Samir sempat meminta kepada para netizen untuk tidak mengganggu keluarga serta orang tuanya dalam unggahan insta Story nya pada Kamis (28/9/2023).
Melihat keributan yang terjadi sang ayah, Jacksen F Tiago, mantan pelatih tim Nasional Indonesia ini juga memberikan tanggapannya melalui Instagram storynya.
Melalui instastory-nya pada Jumat (29/9/2023), Jacksen F Tiago menyampaikan bahwa dirinya tidak akan menuntut isu rasisme tersebut ke ranah hukum.
“Racism yang kita hadapi. Banyak yang sarankan saya untuk membawa masalah rasisme ini ke jalur hukum. Tapi saya tidak sependapat dengan hal itu,” tulisnya.
Menurut sang ayah pelaku rasisme tidak cukup jika hanya minta maaf saja, dirinya juga membiarkan pelaku rasisme tersebut tenggelam dalam pola pikirnya yang gelap, menurutnya lagi ia membiarkan pelaku rasisme ini merasa tenar dalam sesaat dan akan merasa terus di hantui oleh rasa bersalah.
“Karena kalau saya bawa ke hukum pasti orang tersebut (racist) akan meminta maaf, seperti yang lain. Seolahnya itu saja cukup dan ia akan menjadi tenar sementara waktu. Itulah yang diharapkan oleh manusia manusia gagal dalam hidupnya. Saya akan biarkan dia tetap berada di lubang kegelapan hidupnya dengan hantu hantu yang membebani dia selama ini,” jelasnya di Instagram Story.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan