Suara Denpasar – Insiden yang melibatkan pemain Persebaya Arief Catur Pamungkas yang menyikut Ady Setiawan, bek Dewa United menjadi sorotan publik.
Seorang pengamat sepakbola merasa laga di liga 1 makin keras dan brutal. Kejadian tersebut terjadi dalam pertandingan kontra Dewa United ketika pemain Persebaya.
Arief Catur Pamungkas, terlibat dalam sebuah insiden yang mengakibatkan bek Dewa United, Ady Setiawan, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera serius akibat sikutan di bagian belakang kepalanya.
Usai disikut Arief Catur, Ady Setiawan sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri di lapangan sebelum diberikan perawatan medis yang mendesak.
Dilansir dari akun Instagram @kitabonek, dalam menghadapi insiden ini, manajemen Persebaya Surabaya dengan tegas menyatakan komitmen mereka terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan fair play dalam sepak bola.
Mereka segera mengambil langkah untuk mengumpulkan seluruh skuad Green Force sebagai tindakan nyata untuk mengingatkan pemain tentang pentingnya menjunjung sportivitas di dalam lapangan hijau.
Seorang pengamat sepak bola, Akmal Marhali, juga memberikan pandangannya mengenai insiden ini.
“Kompetisi #sepakbolaindonesia @liga1match @liga2match belakangan semakin keras, kasar, bahkan brutal. Hari ini giliran pemain Dewa United, Ady Setiawan, yang dilarikan ke rumah sakit karena sikutan bek Persebaya, Catur Pamungkas, di menit ke-37. Sebelumnya, striker Persela, Silvio Escobar juga kolaps karena sikutan pemain Persekat, Gugun Rahman,” ujar Akmal Marhali dikutip dari akun IG @akmalmarhali20 (1/10/2023).
Akmal mengatakan jika sikutan dan kontak fisik memang merupakan bagian tak terpisahkan dari sepak bola, tetapi penggunaan trik-trik berbahaya yang dapat menyebabkan cedera serius atau bahkan kematian adalah sesuatu yang harus dihindari.
Pengamat sepakbola ini juga menekankan bahwa pemain sepak bola harus terus mendapatkan pendidikan dan edukasi tentang pentingnya saling menghormati sesama pemain dan menjaga integritas sepak bola sebagai olahraga yang mengutamakan sportifitas, fair play, dan respek.
“Cukup sudah kasus meninggalnya Eri Irianto, Jumadi Abdi, Akli Fairuz, Choirul Huda, dan Taufik Ramsyah sebagai pelajaran berharga. Jangan lagi ada nyawa melayang di lapangan hijau. Kita buka lembaran baru peradaban sepakbola Indonesia yang profesional, bersih, sehat, dan bermartabat. Kalau bukan kita sendiri yang menjaga siapa lagi? Kalau tidak sekarang kapan lagi?” pungkas Akmal Marhali.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Operasi Senyap KPK di Bengkulu, Barang Bukti Dibawa Lewat Jalur VVIP
-
Ketika Jabatan Dipandang sebagai Kekuasaan, Bukan Kepemimpinan
-
GEMPAR di Pasar Kebonagung Sukses Digelar, Gamelan hingga Tarian Meriahkan Suasana
-
Samsung Galaxy Foldable 8 Hadir, Pre-Order Lebih Hemat Pakai Kartu Kredit BRI
-
3 Rekomendasi Sepatu Lari 910 Nineten untuk Kaki Lebar, Aman buat Daily Training
-
4 Shio yang Beruntung Hari Ini 26 Juli 2026, Ada Naga hingga Kerbau
-
Rilis Kiss N Tell, aespa Tinggalkan Konsep Musik Rasa Besi di Lagu Terbaru
-
5 Fakta Kematian Misterius Satpam di Waduk Jatiluhur: Ditemukan dengan Tangan Terborgol
-
Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat