Suara Denpasar - Regulasi baru dari pemerintah dalam menerbitkan larangan media sosial berjualan turut mempengaruhi TikTok Shop.
Awalnya, viral di media sosial beberapa video memperlihatkan kondisi terkini pasar Tanah Abang yang sepi lantaran peminatnya diperkirakan lebih memilih berbelanja di TikTok Shop.
Seperti kita tahu, sebelum menjelma menjadi TikTok Shop, platform asal China tersebut memang murni media sosial tanpa ada transaksi perdagangan didalamnya.
Juru bicara TikTok Indonesia menyatakan bahwa social commerce seperti TikTok Shop sebenarnya merupakan solusi untuk mengembangkan UMKM.
Menurutnya, melalui social commerce, UMKM dapat meningkatkan traffic ke toko online mereka yang bekerjasama dengan kreator lokal. Namun, spekulasi lain muncul bahwa dilarangnya TikTok Shop tidaklah disebabkan oleh kondisi pedagang Tanah Abang yang merugi, melainkan persaingan ketat antar toko online di Indonesia.
Lalu, bagaimana efek dilarangnya TikTok Shop terhadap saham kompetitornya? Dikutip tim Suara Denpasar dari Instagram @bigalphaid pada Selasa (3/10/23), berikut penjelasannya.
Shopee
Dari semua kompetitor, hanya saham perusahaan induk dari Shopee, Sea Limited (NYSE: SE) yang mengalami lonjakan.
Pada hari Jumat (29/9/23), saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sebesar 17,53 persen selama lima hari terakhir.
Beberapa media outlet menuturkan bahwa adanya regulasi baru tentang online shopping di Indonesia menjadi sebab utama melambungnya harga saham Sea Ltd.
Baca Juga: Agus Yudhoyono Inisiatif Bantu UMKM di Twitter, Warganet Spill Beda dengan Kenyataan
Tidak seberuntung Shopee, saham e-commerce GoTo (Gojek Tokopedia) justru melemah.
Pada Jumat (29/9/23) kemarin, harga saham perusahaan tersebut turun sebesar 3,41 persen dalam lima hari terakhir.
Bukalapak
Tak jauh beda dengan GoTo, saham e-commerce Bukalapak juga mengalami penurunan.
Di tanggal yang sama, tercatat harga saham perusahaan tersebut turun sebesar 5,36 persen dalam lima hari terakhir. Terkait pelarangan TikTok Shop di Indonesia, pada Rabu (27/9/23) kemarin, CEO TikTok, Shou Zi Chew langsung menemui Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
5 Lipstik Pinkish Brown Manis, Cocok untuk Semua Skin Tone
-
4 Rekomendasi Destinasi Wisata di Babakanmadang Bogor, Pas Buat Healing dan Bikin Hati Adem
-
Reaksi Eca Aura Kepergok Simpan Tabung Diduga Whip Pink, Panik?
-
Fakta-fakta Penemuan Bayi Laki-Laki di Kolong Meja Warung Gorengan di Lumajang
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Heboh Ardi Bakrie Komentari Postingan Erika Carlina, Omongan Nia Ramadhani Suami Genit Terbukti?