/
Selasa, 03 Oktober 2023 | 21:00 WIB
TikTok Shop Ditutup, Begini Pengaruhnya ke Kompetitor, Online Shop Untung?

Suara Denpasar - Regulasi baru dari pemerintah dalam menerbitkan larangan media sosial berjualan turut mempengaruhi TikTok Shop.

Awalnya, viral di media sosial beberapa video memperlihatkan kondisi terkini pasar Tanah Abang yang sepi lantaran peminatnya diperkirakan lebih memilih berbelanja di TikTok Shop.

Seperti kita tahu, sebelum menjelma menjadi TikTok Shop, platform asal China tersebut memang murni media sosial tanpa ada transaksi perdagangan didalamnya.

Juru bicara TikTok Indonesia menyatakan bahwa social commerce seperti TikTok Shop sebenarnya merupakan solusi untuk mengembangkan UMKM.

Menurutnya, melalui social commerce,  UMKM dapat meningkatkan traffic ke toko online mereka yang bekerjasama dengan kreator lokal. Namun, spekulasi lain muncul bahwa dilarangnya TikTok Shop tidaklah disebabkan oleh kondisi pedagang Tanah Abang yang merugi, melainkan persaingan ketat antar toko online di Indonesia.

Lalu, bagaimana efek dilarangnya TikTok Shop terhadap saham kompetitornya? Dikutip tim Suara Denpasar dari Instagram @bigalphaid pada Selasa (3/10/23), berikut penjelasannya.

Shopee
Dari semua kompetitor, hanya saham perusahaan induk dari Shopee, Sea Limited (NYSE: SE) yang mengalami lonjakan.

Pada hari Jumat (29/9/23), saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sebesar 17,53 persen selama lima hari terakhir.

Beberapa media outlet menuturkan bahwa adanya regulasi baru tentang online shopping di Indonesia menjadi sebab utama melambungnya harga saham Sea Ltd.

Baca Juga: Agus Yudhoyono Inisiatif Bantu UMKM di Twitter, Warganet Spill Beda dengan Kenyataan

GoTo

Tidak seberuntung Shopee, saham e-commerce GoTo (Gojek Tokopedia) justru melemah.

Pada Jumat (29/9/23) kemarin, harga saham perusahaan tersebut turun sebesar 3,41 persen dalam lima hari terakhir.

Bukalapak

Tak jauh beda dengan GoTo, saham e-commerce Bukalapak juga mengalami penurunan.

Di tanggal yang sama, tercatat harga saham perusahaan tersebut turun sebesar 5,36 persen dalam lima hari terakhir. Terkait pelarangan TikTok Shop di Indonesia, pada Rabu (27/9/23) kemarin, CEO TikTok, Shou Zi Chew langsung menemui Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan.

Load More