Suara Denpasar - Kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang diduga akibat sianida kembali viral setelah Netflix merilis sebuah film dokumenter berjudul "Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Kumala Wongso".
Dalam versi film tersebut, banyak hal-hal janggal yang menyertai kematian Wayan Mirna Salihin, hingga penetapan Jessica Kumala Wongso menjadi tersangka.
Bahkan pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan berusaha mati-matian membela kliennya dan terus membuktikan bahwa Jessica tidak bersalah dalam kasus tersebut.
Seperti yang diketahui, Wayan Mirna Salihin disebut meninggal dunia setelah meminum kopi yang diberi racun sianida pada 2016 silam.
Dalam kasus ini, Jessica Kumala Wongso, yang merupakan sahabatnya Mirna pun didakwa telah melakukan pembunuhan berencana karena berada di TKP saat itu.
Dalam podcast channel Deddy Corbuzier, Otto Hasibuan yang dulunya menjadi pengacara Jessica mengatakan bahwa 99,99 persen kliennya tidak bersalah dan 1 persen bisa jadi ada konspirasi dalam kasus kopi sianida ini.
"Apakah menurut om, sampai detik ini Jessica Wongso bersalah?," tanya Deddy.
"99,99 persen saya menyatakan Jessica tidak bersalah," kata Otto.
"Kalau 99,99 persen Jessica tidak bersalah, maka saya bisa menyimpulkan, 0,01 persen konspirasi untuk menyalahkan dia dong," tanya Deddy lebih lanjut.
"Bisa saja, karena kemungkinan bisa terjadi," jawab pengacara Jessica Wongso.
Otto pun membahas tentang bagaimana perjuangannya dalam membela Jessica ketika dirinya tak diberi kesempatan untuk membuktikan kalau kliennya tidak bersalah dalam kasus tewasnya Mirna Salihin.
"Saya pastikan menurut pikiran saya, Jessica itu tidak bersalah dan saya bisa buktikan, cuma tidak diberikan kesempatan untuk membuktikan dan tidak didengar," ungkap Otto.
"Perlu tidak diketahui, tidak ada satupun keterangan ahli yang kami sampaikan, satupun tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim," jelasnya.
Selanjutnya, Otto masih tetap kekeh mengungkapkan kalau racun Sianida ini tidak terbukti ada di dalam tubuh Mirna berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkannya.
Namun, semua orang fokus pada persoalan racun sianida yang ada di dalam gelas Mirna. Tapi sianida di tubuh sahabat Jessica ini tidak terbukti adanya.
Lebih mengejutkan lagi, jenazah Mirna tidak pernah dilakukan otopsi dalam kasus kopi sianida karena permintaan polisi.
Akan tetapi dalam berkas yang diterima Otto terdapat permintaan otopsi dari pihak kepolisian.
Lantas benarkah ada permainan dalam kasus ini yang membuat kliennya harus menjalani hukuman selama 20 tahun penjara? hingga saat ini pertanyaan tersebut masih menjadi misteri. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026
-
4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review
-
Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil
-
Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC
-
Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA