Suara Denpasar – Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkap bahwa gas air mata tidak mematikan. Pernyatannya ini mengutip pendapat Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta, guru besar dari Fakultas MIPA Universitas Udayana (Unud), Bali.
Selain berkarier di kampus Udayana, Prof Made Agus Gelgel dikenal sebagaii ahli toksikologi forensik. Dia juga pernah dilibatkan sebagai ahli dalam penanganan sejumlah perkara besar yang menyita perhatian publik.
Kasus pertama yang pernah ditangani Made Agus Gelgel adalah terkait pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib pada 2004. Saat itu Made Gelgel baru menyelesaikan program doktoral dari Universiteit Hamburg. Saat itu dia dilibatkan dan dikenal sebagai ahli toksikologi forensik.
Saat dilibatkan dalam kasus pembunuhan Munir, Made Gelgel mengaku dilibatkan dari penyidikan, kemudian menginterpretasi temuan analisis yang dikerjakan di Den Haag (Belanda), lalu analisis lanjutan di AS. Yakni menginterpretasi kapan racun masuk ke tubuh Munir.
“Syukur alhamdulillah, astungkara Betara Sueca, saya bisa menyelesaikan tugas berat yang dihadapi negara saat itu, sehingga negara terlepas dari ancaman resolusi DK PBB yang ada saat itu,” paparnya.
Dari kasus Munir, namanya makin dikenal sebagai ahli toksikologi forensik tingkat nasional. Selain kasus Munir, dia juga menjadi ahli dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin akibat racun sianida dengan terpidana Jessica Kumala Wongso.
Berikutnya, dia juga menjadi ahli dalam kasus penyiraman air keras terhadap pegawai KPK, Novel Baswedan. Setiap melibatkan analisis toksikologi forensik, maka Prof Gelgel banyak dilibatkan.
Yang paling menggegerkan adalah ketika dia pernah membuat ramuan dari arah sebagai obat Covid-19. Temuannya ini membuat geger perguruan tinggi. Sebab banyak yang menganggap temuannya ini tidak melalui uji klinis.
“Arak digunakan sebagai uapnya untuk menghilangkan infeksi saluran pernapasan, lalu diformalisasikan dengan minyak kayu putih dan daun jeruk purut (lemo), di sana memiliki efek melegakan saluran pernapasan,” katanya dilansir dari Youtube Udayana TV.
I Made Agus Gelgel Wirasuta yang sudah menjadi guru besar Unud sejak 2020 ini mengaku produk usadha barak itu sudah beredar sampai AS, Finlandia, dan Jerman.
“Dijual sebagai produk aromateraphi yang melegakan pernapasan,” katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Prof Made Agus Gelgel, Guru Besar Unud yang Sebut Gas Air Mata Tak Mematikan Pasca-Tragedi Kanjuruhan
-
31 Polisi Diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan Malang, Polri: Betul-betul Didalami
-
Gas Air Mata Bikin Panik, Suporter Arema FC: Banyak Wanita dan Anak-anak Sesak tak Berdaya
-
Tidak Hanya Tembak Gas Air Mata, Aparat Disebut Lakukan Ini ke Suporter Arema FC
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Real Madrid Memanas! Federico Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku-hantam dengan Tchouameni
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam
-
Kompolnas Tak Persoalkan Polisi Buat Konten, Asal Bukan Live Streaming
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
TXT MOA CON Jepang Bisa Ditonton Live di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya