Suara Denpasar - Empat pejabat di lingkup Universitas Udayana (Unud) ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Mereka terbelit kasus dugaan korupsi SPI mahasiswa seleksi Jalur Mandiri Universitas Udayana (Unud) tahun 2018 sampai 2022.
Adalah IKB, IMY, NPS, serta Rektor Unud Prof. Dr. I Nyoman Gede Antara juga dimasukkan ke Lapas Kerobokan.
Atas penahanan empat pejabat Unud termasuk Rektor, pihak BEM Unud sendiri mendukung langkah Kejaksaan Tinggi Bali.
"Kami mengapresiasi setinggi-setinggi Kejati Bali," kata Ahmad Dedi Supriono, Kepala Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unud kepada awak media, Senin 9 Oktober 2023.
Nantinya saat persidangan jika Rektor Prof. Antara terbukti bersalah, tentu pihak BEM meminta yang bersangkutan untuk segera mengundurkan diri.
Bahkan hanya itu, BEM juga menuntut pihak Rektor menetapi janji untuk mengembalikan dana SPI yang bermasalah.
Di mana, daftar nama mahasiswa yang meminta pengembalian dana sudah ada di pihak BEM Unud.
Ke depan, guna mewujudkan kampus yang bersih dan jauh dari praktek korupsi. Pihaknya juga menuntut adanya transparansi dan akuntabel dalam penerapan maupun penggunaan uang pangkal. Sehingga Unud bisa menjadi contoh kampus lain yang ada di Indonesia.
Baca Juga: BreakingNews! Rektor Unud Resmi Ditahan di Lapas Kerobokan, Dugaan Korupsi SPI Unud
Yang menarik, pihak BEM juga mengungkapkan bahwa pungutan dana SPI ini memang terjadi pada 2018. Di mana sejak rektor dijabat oleh Prof. Bakta.
"SPI ini adanya sejak 2018, zaman Prof. Bakta," terangnya sembari menjelaskan setelah kasus dugaan SPI menyeruak, kini pungutan serupa berganti nama menjadi Iuran pengembangan institusi dan ada golongan jumlah nominal yang dibayarkan untuk bisa masuk Udayana.
Sementara itu Agus Saputra, kuasa hukum Rektor Unud mengatakan pihaknya belum mengajukan penangguhan penahanan.
Namun, sudah memasukkan atau mengajukan surat agar kliennya tidak ditahan. Namun, itu semua tetap berpulang pada kewenangan penyidik Kejati Bali. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
KPK Kembangkan Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut
-
Hasan Salihamidzic Legenda Bosnia: Dari Medan Perang Hingga Bayern Munchen dan Juventus
-
4 Shio Paling Pelit, Nomor 1 Terlalu Hemat Uang
-
Persija Jakarta Dihantam Sanksi Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Lionel Messi Bidik 3 Rekor Kelas Dewa di Piala Dunia 2026, Ronaldo Makin Ketinggalan
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Bikin Antusias! Yoo Seung Ho Comeback Drama di Flex x Cop 2 Usai 3 Tahun
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan
-
3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo
-
Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Paling Sering Tampil, Meksiko Si Rajin Tanpa Gelar