- Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp175 juta kepada Persija Jakarta akibat berbagai pelanggaran suporter saat laga tandang.
- Pelanggaran meliputi kehadiran suporter tamu, penyalaan flare dan petasan, serta pelemparan benda ke area lapangan pertandingan.
- Sanksi finansial ini diberikan jelang laga krusial Persija melawan Persib Bandung pada 10 Mei 2026 mendatang.
Suara.com - PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) menjatuhkan sanksi kepada Persija Jakarta jelang laga kontra Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025/2026. Macan Kemayoran harus membayar denda ratusan juta rupiah.
Pertandingan Persija vs Persib dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2026. Namun, hingga kini lokasi laga belum ditetapkan secara resmi.
Rincian Sanksi Komdis PSSI
Sanksi tersebut merupakan buntut pelanggaran dalam laga Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persija Jakarta pada 5 April 2026.
Berdasarkan regulasi kompetisi, kehadiran suporter tim tamu tidak diperbolehkan. Pelanggaran ini membuat Persija didenda Rp25 juta.
Selain itu, Komdis juga mencatat adanya penyalaan flare dan petasan di tribun penonton. Pelanggaran ini berujung denda sebesar Rp120 juta.
Tak hanya itu, suporter Persija juga kedapatan melakukan pelemparan benda ke arah lapangan. Untuk pelanggaran ini, klub kembali dijatuhi denda Rp30 juta.
Total Denda dan Dampaknya
Jika diakumulasikan, total denda yang harus dibayar Persija mencapai Rp175 juta. Sanksi ini menjadi sorotan karena datang menjelang laga krusial melawan Persib Bandung.
Baca Juga: CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
Berikut rincian sanksi berdasarkan rilis resmi PSSI (Rabu, 6 Mei 2026):
- Kehadiran suporter tim tamu: denda Rp25.000.000
- Penyalaan flare dan petasan: denda Rp120.000.000
- Pelemparan benda ke lapangan: denda Rp30.000.000
Sanksi tersebut berpotensi memengaruhi persiapan Persija menghadapi laga sarat gengsi kontra Persib, yang juga krusial dalam persaingan papan atas klasemen.
Berita Terkait
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
Beckham Putra Punya Modal Penting Buat Kalahkan Persija Jakarta
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lawan Balik! Kortastipidkor Polri Siap Hadapi Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Ajukan Praperadilan, Kubu Febrie Klaim Demi Menjamin Proses Hukum yang Adil
-
IHSG Masuk Level 6.300, INDY dan MDKA Meroket
-
Berawal dari Bau Busuk Menyengat, Saksi Intip Jendela dan Temukan Pensiunan ASN Meninggal Kaku
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi