Suara Denpasar - Aksi dua warga negara asing (WNA) asal India yang sempat menggelandang sebelum akhirnya ditampung oleh Sunny Kumar di Jalan Tukad Bilok Gang Banteng Nomor 3, Banjar Penopengan, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, benar-benar biadab. Dua WNA India itu adalah Ajaypal Singh dan Gurmej Singh.
Keduanya nekat melakukan penganiyaan terhadap korban Fitran Robby Firdaus dan Rajesh Seen. Akibat aksi penganiyaan itu, Firdaus yang asal Jakarta tewas dengan luka menggenaskan di bagian kepala.
Ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa 10 Oktober 2023.
Aksi keduanya terbilang terencana dan mengerikan. Keributan antara kedua terdakwa dengan korban Fitran berawal dari saling mengatakan "mother fucker", dan sempat diredakan oleh saksi Rajesh Seen.
Saksi mengingatkan kepada kedua terdakwa pada Jumat, 12 Mei 2023 agar jangan ribut dengan warga lokal. "Jangan cari masalah dengan orang lokal, kamu bisa dilaporkan ke polisi," begitu kata saksi.
Namun, tampaknya nasehat tersebut dinilai berbeda oleh kedua terdakwa. Keduanya masih dendam dan esok harinya memanggil saksi Rajesh Seen.
Diawali dari Gurmej Singh alias Gagu yang berada di dalam kamar, memanggil saksi Rajesh Seen untuk masuk ke dalam kamar dengan alasan air dingin di kamar tidak berfungsi.
Kemudian saksimasuk ke dalam kamar tidur dan menuju kamar mandi. Setelah itu saksi menjelaskan kepada terdakwa Ajaypal Singh dan Gurmej Singh bahwa untuk air dingin keran diputar ke arah kiri.
Namun seketika terdakwa Gurmej Singh dengan menggunakan lengan tangan kanannya mengunci / mendekap leher saksi sembari mengatakan "hey gemuk, sekarang kasi tau ini yang namanya mother fucker". Saksi pun mencoba melepaskan diri sembari berteriak minta tolong.
Baca Juga: Rektor Unud Prof. Antara Tabah, Satu Sel dengan Tersangka Narkoba dan Pidum
Mendengar teriakan itu, korban Fitran masuk ke dalam kamar, seketika terdakwa Ajaypal Singh mengayunkan gagang cangkul yang dipegangnya ke arah Fitran berkali-kali.
Serangan itu mengarah pada bagian muka, kepala bagian belakang, bagian dada, bagian punggung, bagian lengan kanan dan kiri, bagian tangan kiri.
Mendapat serangan mendadak tersebut, korban terjatuh dalam posisi terduduk di lantai. Selanjutnya terdakwa Gurmej Singh mengambil gagang cangkul itu dan menyerang saksi Rajesh Singh.
Puas memukul Rajesh, Gurmej Singh kembali memukul Fitran yang sudah tidak berdaya. Selanjutnya dia juga dengan senjata roti kalung memukul korban.
Setelah itu Gurmej Singh dengan memegang pisau mengayunkan ke arah saksi Rajesh yang sempat ditangkis dan mengenai tangan saksi. Kemudian terdakwa Ajaypal Singh berkata
"sudah, sudah, ayo lari", dan terdakwa II Gurmej Singh berkata kepada saksi Rajesh "dimana kamu menyimpan uang, kamu ada uang" namun saksi Rajesh tidak menjawabnya.
Setelah itu kedua terdakwa mengunci kedua korban dan kabur dari tempat kejadian perkara. Keduanya berhasil diringkus di Bandara Ngurah Rai ketika hendak bertolak kembali ke negaranya di India. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
5 Weton Paling Ditakuti Makhluk Halus Menurut Primbon Jawa