Suara Denpasar - Setelah dijebloskan pihak Kejati Bali ke Lapas Kerobokan di Badung, Bali. Rektor Unud Prof I Nyoman Gde Antara menjalani hari demi hari sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Unud dengan kerugian mencapai Rp 335 miliar.
Orang nomor satu di kampus terbesar di Pulau Dewata itu terlihat tabah menjalani proses hukum yang harus dihadapi.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kerobokan Fikri Jaya Soebing, Selasa 10 Oktober 2023.
Prof. Antara ditempatkan di blok Masa Pengamatan, Pengenalan, dan Penelitian Lingkungan atau Mapenaling.
"Di kamar Mapenaling ditempati 14 orang, ada kasus narkoba dan pidum atau pidana umum," paparnya.
Secara umum, tidak ada permasalahan dengan kondisi kesehatan dari Prof. Antara. Hanya saja memang saat masa Mapenaling yang bersangkutan belum boleh dijenguk oleh kerabat maupun keluarga.
"Beliau kooperatif," terangnya sembari menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi Prof. Antara apa lagi kamar yang ber-AC.
Selain Rektor Unud, ada juga tiga tersangka lain yang merupakan pejabat Unud yang dijebloskan di Lapas yang sama. Yakni Ketut Budiartawan (IKB), Nyoman Putra Sastra (NPS), dan I Made Yusnantara (IMY). Mereka ditahan sejak Senin, 9 Oktober 2023. ***
Baca Juga: Mutasi Lagi! Aspidsus Kejati Bali Promosi, Kajari Denpasar Diganti
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia