Suara Denpasar - Di tengah Indonesia sebagai tempat terselenggaranya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island State (AIS) Forum 2023 di Bali. Ada ironi yang seakan luput dari perhatian. Yakni kondisi pulau-pulau kecil di Indonesia yang nyaris tenggelam.
Hal terungkap dalam curhatan Bobi, salah satu nelayan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Dia berharap ada langkah kongkret pemerintah menheleamatkan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.
Nilai dia, pelaksanaan KTT AIS 2023 hanya terlihat di atas kertas. Menurutnya, di tengah KTT AIS 2023 ini, banyak pulau-pulau kecil di Indonesia yang telah dan sedang tenggelam akibat kenaikan air laut yang dipicu oleh krisis iklim.
“Sangat ironis, karena pemerintah Indonesia tidak melakukan apa-apa untuk menyalamatkan pulau-pulau kecil yang telah dan tengah tenggelam,” katanya.
Bobi mencontohkan Pulau Pari, tempat dimana ia dan keluarganya hidup, kini terancam tenggelam. Sudah sebelas persen dari Pulau Pari hilang akibat kenaikan air laut.
Ia Bersama dengan tiga orang warga Pulau Pari sejak awal Februari tahun 2023 ini mengambil langkah penting untuk menggugat Holcim, perusahaan semen terbesar di dunia.
“Sudah hampir satu tahun gugatan ini berjalan, tetapi pemerintah Indonesia tidak memberikan dukungan sedikitpun bagi langkah kami. Hal ini terbalik dengan sejumlah pemerintah di negara lain, di antaranya Menteri Keadilan Austria, Alma Zadic, yang secara terbuka mendukung gugatan kami. Harusnya pemerintah Indonesia malu,” tegasnya.
Ada alasan mengapa Bobi dan tiga rekannya menggugat Holcim. Bagi Bobi, Holcim telah memproduksi emisi lebih dari 7 miliar ton CO2 sejak tahun 1950.
“Kami mendesak Holcim Bertanggung Jawab sebagai perusahaan raksasa pencemar emisi yang telah mereka keluarkan.. Tetapi pada saat yang sama Pemerintah Indonesia tidak mendukung gugatan ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Matangkan Strategi Pengamanan VVIP, Polri Gelar TFG KTT-AIS FORUM 2023
“Forum KTT AIS 2023 di Bali,” tambah Bobi, “Takkan bermakna apa-apa jika Pemerintah tidak memiliki keseriusan menyelamatkan Pulau Pari dan seluruh pulau kecil di Indonesia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Terpopuler: 5 Kejanggalan Daycare Little Aresha, 2.026 Pound Mahar El Rumi Berapa Rupiah?
-
Deretan Artis Pernah Rasakan Totok Sirih Ferizka Utami, Kini Ramai Dikecam soal Pijat Bayi
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan