Suara Denpasar - Kasus kematian Mirna Salihin kembali viral, salah seorang pakar ahli forensik, yakni Dokter Djaja atau Djaja Surya Atmadja pun ikut bersuara.
Dokter Djaja merupakan salah satu orang yang pernah menangani Mirna Salihin saat terkena racun sianida.
Namun, Dokter Djaja menyebut, Mirna Salihin tewas bukan karena sianida. Dirinya mengungkapkan, saat itu menangani kasus tersebut selama 2 jam usai Mirna menghembuskan nafas terakhirnya.
Pada saat menangani jenazah Mirna, Dokter Djaja melihat tubuh korban sempat berwarna merah sebelum berubah jadi biru.
Tetapi, Dokter ahli forensik ini menyebut, jika memang terkena racun sianida, tidak berubah seperti kasus yang dialami jenazah Mirna.
"Sebenarnya enggak, kalau biru itu biru itu artinya kekurangan oksigen, sedangkan kalau sianida, itu ibaratkan tikus yang jatuh ke lumbung padi mati kelaparan," jelas Djaja saat hadir di Podcast kanal YouTube NGOBROL ASIX, (13/10/2023).
"Di badan kita banyak sekali oksigen yang beredar tapi itu enggak bisa di pake di jaringan, banyak oksigen tapi kekurangan BO2," lanjutnya.
Menurut dari keterangan sang Dokter, warna merah dari jenazah Mirna diakibatkan karena BO2.
Terlebih, Djaja mengaku juga, dirinya sudah pernah meneliti perihal sianida dan bisa mencium zat tersebut.
Baca Juga: Eks Persis Solo Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik di Liga 2, Persija hingga Persikabo 1973 Tertarik?
"Saya adalah satu dari 84 persen orang indonesia yang bisa cium sianida, karena saya punya genya, dan saya sudah meneliti itu," pungkasnya.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Wirang Birawa Yakin Jessica Wongso Bukan Pelaku Pembunuh Mirna, Curigai Sosok Pemilik Botol?
-
Ahli Telematika Kuliti Kejanggalan Video CCTV Jessica Wongso Tuang Racun ke Minuman Mirna: Ada Tanaman Hantu
-
Profil Yudi Wibowo Sukinto, Pengacara yang Sempat Diancam Pistol Ayah Mirna, dan Sebut 'No Money, No Justice'
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Saat Stres dan Belanja Mulai Sulit Dipisahkan, Paylater Jadi Pelarian?
-
DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!
-
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
-
Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708
-
CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat
-
Sejarah Panjang Program Nuklir Iran dan Ketegangan dengan Amerika Serikat dari 1967 - 2026
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Idolakan Ronaldo, Fadi Alaydrus Malah Prediksi Prancis Juara Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya