- Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyatakan urusan partai dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sudah resmi berakhir.
- PSI memberikan sinyal kuat bahwa Joko Widodo akan segera bergabung dan menempati posisi terhormat sebagai patron partai.
- PDIP menegaskan tidak khawatir terhadap dampak elektoral karena PSI tetap gagal ke parlemen pada Pemilu 2024 lalu.
Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, menanggapi dingin kabar yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akan segera resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Deddy menegaskan bahwa bagi PDI Perjuangan, urusan partai dengan Jokowi sudah tutup buku.
Ia menyebut status Jokowi sudah bukan lagi bagian dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi," ujar Deddy dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Senin (15/6/2026).
Menurut Deddy, kabar merapatnya Jokowi ke PSI bukanlah hal yang mengejutkan. Ia menilai Jokowi sudah lama memiliki keterikatan dengan partai tersebut, terlebih putra bungsunya, Kaesang Pangarep, menjabat sebagai Ketua Umum.
Deddy bahkan menuding Jokowi telah lama membantu membesarkan PSI dengan menempatkan orang-orang dekatnya di posisi pemerintahan maupun BUMN.
"Memangnya dari dulu dia tidak di PSI? Kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN," cetusnya.
Terkait dampak elektoral bagi PDIP ke depan, Deddy mengaku tidak khawatir. Ia berkaca pada hasil Pemilu 2024, di mana PSI tetap gagal melenggang ke Senayan meski Jokowi berada di puncak kekuasaan dan diduga didukung jejaring infrastruktur kekuasaan.
"Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen," tegas Deddy.
Baca Juga: Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan
Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia atau PSI memberikan sinyal jika Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi bakal berjaket partainya dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
Ketua DPP PSI bidang Politik, Bestari Barus, mengungkapkan jika sinyal tersebut sebenarnua sudah lama nampak.
"Kalau Pak Jokowi itu sudah dari lama itu, kalau sekadar dibilang beliau PSI itu setelah di Kongres itu beliau sebagai narasumber utama itu menyampaikan bahwa akan mendukung full PSI dan akan bekerja keras untuk PSI," kata Bestari kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Ia mengatakan, Jokowi sudah pernah sebelumnya dipakaikan jaket PSI. Kala itu para pengurus partai berkunjung bersilaturahmi dengan ke kediaman Jokowi di Solo.
Namun, Bestari mengatakan, soal pemberian jaket secara resmi kepada Jokowi, itu tinggal menunggu waktu yang pas saja.
"Tapi yang untuk ini kan simbolis ya, bahwa simbolisnya nanti simbolis saja, jaketnya sudah pasti siap. Hanya saja kita akan, bukan kita akan, kita memberikan itu kepada ketua umum kapan waktu yang pas. Jadi Bu Grace selaku sekretaris Dewan Pembina sudah juga menyampaikan isyarat itu. Saya jauh-jauh hari sudah menyampaikan," katanya.
Berita Terkait
-
Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga